Toleransi Beragama, Perspektif Al-Quran-Hadis

Gus Sholah bersama pengacara Hotman Paris di Pesantren Tebuireng

Gus Sholah bersama pengacara Hotman Paris di Pesantren Tebuireng (Tempo)

tebuireng.co – Toleransi beragama adalah sikap untuk yang saling menerima dan keterbukaan terhadap adanya umat dengan agama yang beragam. Tidak peduli terhadap agama apa yang dianut, setiap orang selayaknya dapat saling menghargai satu dengan yang lain.

Tujuan dari toleransi beragama yaitu untuk membuat suasana atau situasi yang dan harmonis serta menciptakan kerjasama antar umat beragama.

Secara umum agama seringkali diartikan sebagai sistem terjalinnya hubungan antara makhluk dan pencipta-Nya. Tentunya agama mempunyai aturan serta ajaran yang harus dipatuhi para penganut sehingga sampai kepada jalan kebenaran.

Dalam KBBI, agama adalah ajaran, sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan Tuhan yang Mahakuasa, serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Pemerintah Republik Indonesia secara resmi hanya mengakui enam agama, yaitu Islam, Kristen Protestan, Katolik, Hindu, Buddha dan Konghucu.

Berdasarkan data Pew Research Center, agama terbesar di dunia 2020 adalah Kristen yang merupakan gabungan dari umat Protestan dan Katolik. Adapun, jumlah pemeluk agama Kristen di seluruh dunia mencapai 2,3 miliar.

Kemudian, urutan agama terbesar di dunia diduduki oleh Islam dengan jumlah pengikut mencapai 1,9 miliar.

Islam merupakan salah satu agama yang memiliki aturan alias syariat untuk dijadikan pedoman umat dalam menjalani kehidupan dunia. Salah satu ajarannya yaitu toleransi dan saling menghormati.

Islam sebagai agama Rahmatal lil Alamin, memiliki misi membawa kedamaian serta kerukunan. Toleransi dalam Islam mengajarkan sikap saling menghormati dan menghargai setiap perbedaan pendapat baik dari umat Islam sendiri maupun non Islam.

Ajaran toleransi bukan hanya karangan ulama, melainkan pesan dari Nabi Muhammad SAW dalam kitab Musnad Ahmad:

حدثني يزيد، قال : أخبرنا محمد بن إسحاق، عن داود بن الحصين، عن عكرمة، عن ابن عباس، قال : قيل لرسول الله صلى الله عليه وسلم : أي الأديان أحب إلى الله ؟ قال : ” الحنيفية السمحة.”

“Telah menceritakan kepada kami Yazid berkata, telah mengabarkan kepada kami Muhammad bin Ishaq dari Daud bin Al-Hushain dari Ikrimah dari Ibnu Abbas, ia berkata: “Ditanyakan kepada Rasulullah SAW, agama manakah yang paling dicintai oleh Allah?. Maka Rasul bersabda: Al-Hanifiyah As-Samhah (yang lurus lagi toleran)”.

Tidak diragukan lagi dalam hadis sahih ini jelas bahwa Islam benar-benar mengajarkan sikap toleransi, saling menghormati perbedaan antar suku, ras terutama agama.

Sikap ini sangat penting bagi masyarakat untuk menghindari sebuah perpecahan, pertikaian serta perbedaan pendapat, dengan adanya toleransi inilah kehidupan masyarakat menjadi harmonis, menjaga perdamaian dan nilai-nilai keutuhan dalam berbangsa dan bernegara.

Selain ajaran hadis Nabi, sikap toleran juga dipesankan Allah SWT dalam Al-Qur’an, tepatnya surah Al-Mumtahanah ayat 8-9. Ayat ini sebagai patokan toleransi Islam dalam beragama:

لَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ لَمْ يُقَاتِلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَلَمْ يُخْرِجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ اَنْ تَبَرُّوْهُمْ وَتُقْسِطُوْٓا اِلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِيْنَ

اِنَّمَا يَنْهٰىكُمُ اللّٰهُ عَنِ الَّذِيْنَ قَاتَلُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ وَاَخْرَجُوْكُمْ مِّنْ دِيَارِكُمْ وَظَاهَرُوْا عَلٰٓى اِخْرَاجِكُمْ اَنْ تَوَلَّوْهُمْۚ وَمَنْ يَّتَوَلَّهُمْ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ

Allah tidak melarang kamu berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu dalam urusan agama dan tidak mengusir kamu dari kampung halamanmu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan mereka sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu dalam urusan agama dan mengusir kamu dari kampung halamanmu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Barangsiapa menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah orang-orang yang zalim.

Menurut tafsir Ibnu Katsir, ayat ini merupakan informasi kebolehan untuk berbuat baik kepada pemeluk agama lain, bahwa Allah SWT tidak melarang umat Islam berbuat kebaikan kepada non-muslim Seperti berbuat baik kepada wanita dan orang lemah di antara mereka. Hendaklah mereka berbuat baik dan adil karena Allah menyukai orang yang berbuat adil. (Tafsir Al-Quran Al-Azim 7:247).

Berdasarkan penegasaan ayat Al-Quran dan hadis tersebut dapat dipahami bahwa umat Islam sangat dianjurkan bersikap toleransi serta berbuat baik kepada non Muslim selama mereka tidak merusak syariat- syariat Islam yang telah ditetapkan.

Syofiatul Hasanah/Abdurrahman

Exit mobile version