• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Tawasul yang Disepakati Salafi

Syarif Abdurrahman by Syarif Abdurrahman
2022-09-04
in Santri
0
Tawasul yang Disepakati Salafi

Teks tawasul (ist)

tebuireng.co – Tawasul yang disepakati salafi yaitu tawasul dengan nama-nama Allah, tawasul dengan amal ibadah dan tawasul dengan orang yang masih hidup.

Kesimpulan ini didapatkan setelah membaca kitab-kitab yang dijadikan pedoman kelompok salafi berkaitan dengan tawasul, baik karya Syaikh Ibnu Taimiyah, Syaikh Al-Bani dan sebagainya. Sebenarnya semua sepakat bahwa tawasul adalah doa yang diajarkan dalam Islam, dalil Qur’an dan sunah tidak terhitung.

Hanya soal tawasul dengan para nabi atau ulama yang telah wafat, di sinilah letak perbedaan antara mayoritas ulama yang membolehkan dan sebagian kelompok kecil yang melarang.

Mereka melarang tawasul dengan redaksi إلى حضرة atau بجاه atau بحق الشيخ dan sebagainya. Ini soal redaksi saja. Artinya jika redaksi menggunakan kalimat yang diajarkan oleh Nabi tentu boleh-boleh saja. Sebab Nabi Muhammad sendiri yang berdoa dalam salawat Ibrahimiyah:

وبارك على محمد كما باركت على إبراهيم

Ya Allah berilah keberkahan kepada Muhammad sebagaimana Engkau telah memberi keberkahan kepada Ibrahim.

Penjelasan ini disampaikan oleh Syaikh Ibnu Utsaimin, salah satu panutan ulama salafi dan banyak asatidz salafi Indonesia yang berguru kepadanya:

الثالث: التوسل إلى الله بأفعاله، دليله ومثاله أيضاً: قولنا في الصلاة على النبي صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم: (اللهم صل على محمدٍ وعلى آل محمد) هذا دعاء ، التوسل: (كما صليت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم)

Ketiga, adalah tawasul kepada Allah dengan perbuatan Allah. Dalil dan contohnya adalah apa yang kita ucapkan dalam salawat kepada Nabi shalallahu alaihi wasallam “Ya Allah haturkan salawat kepada Nabi Muhammad dan keluarganya”, ini adalah doa. Tawasulnya: “Sebagaimana Engkau telah memberi salawat kepada Ibrahim dan keluarganya (Durus Wa Fatawa Al-Haram Al-Madani, 1/39)

Berdasarkan jenis tawasul ini tentu boleh berdoa semisal:

اللهم اجعل أولادنا من أهل العلم والعبادة كما جعلت أولاد الشيخ… من أهل العلم والعبادة

“Ya Allah jadikan anak-anak kami sebagai ahli ilmu dan ibadah sebagaimana Engkau jadikan putra-putra Syaikh … sebagai ahli ilmu dan ibadah.”

Redaksi doa tawasul ini tidak mengandung kesyirikan dalam tinjauan salafi, karena berdoa kepada Allah dengan perantara perbuatan Allah yang telah mengabulkan doa para ulama. Bukan bertawasul dengan para ulama yang telah wafat.

Bagaimana tanggapan pembaca terkait tulisan tawasul yang disepakati salafi ini?

Oleh: KH Ma’ruf Khozin

Tags: pengertian tawasultawasul yang disepakati
Previous Post

Malam Jumat Baca Al-Kahfi atau Yasin?

Next Post

Kenapa Mengusap Mata dengan Jempol ketika Mendengar Azan?

Syarif Abdurrahman

Syarif Abdurrahman

Santri Pondok Pesantren Tebuireng.

Next Post
Kenapa Mengusap Mata dengan Jempol ketika Mendengar Azan?

Kenapa Mengusap Mata dengan Jempol ketika Mendengar Azan?

Comments 0

  1. ajie juaeni says:
    1 tahun ago

    syukron ilmu nya kiyai

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Prokrastinasi dalam Kehidupan Mahasiswa Semester Akhir
  • Gus Iqdam: Cara Sederhana Menghadapi Kesulitan Hidup
  • Bulan Rajab dalam Pandangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
  • Passiliran, Tradisi Unik Pemakaman Bayi di Toraja
  • Tradisi Turun Temurun Toleransi Lintas Agama Warga Dusun Thekelan Semarang

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng