• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Surat Al Baqarah dan Memahami Lafaz الۤمۤ

Syarif Abdurrahman by Syarif Abdurrahman
2021-08-21
in Al-Qur'an, Keislaman, Kolom Pakar, News, Pesantren
0
Pembuka dari Surat Al Baqarah dan Al Fatihah (Ist)

Pembuka dari Surat Al Baqarah dan Al Fatihah (Ist)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

tebuireng.co – Surat Al Baqarah yang merupakan surat kedua dalam urutan Al-Qur’an yang berada setelah surat Al Fatihah, surat ini dimulai dengan lafaz  الم. Lafaz ini memiliki kandungan makna yang luas.

Menurut pandangan ilmu nahwu ada dua pendapat paling tidak untuk lafaz الم ini. Pertama menganggap bahwa lafaz الم merupakan huruf-huruf muqotto’ah (singkatan) yang tidak memiliki kedudukan dalam i’rab.

Sedangkan pendapat kedua menganggap bahwa lafaz  الم berkedudukan sebagai khabar dari mubtada’ yang dibuang yang diperkirakan mubtada’nya adalah lafaz  هذه.

Sedangkan secara makna para ulama berbeda pendapat dalam memaknai lafaz tersebut sebagai berikut:

1. Salah satu nama Al-Qur’an, jadi dalam pendapat ini memahami lafaz  الم sebagai nama lain dari Al-Qur’an .

2. Lafaz pembuka yang Allah gunakan untuk membuka Al-Qur’an atau surat, jadi lafaz  الم ini dipahami sebagai lafaz pembuka.

3. Nama sebuah surat, jadi lafaz  الم dipahami sebagai nama salah satu surat dalam Al-Qur’an.

4. Nama Allah yang paling agung, jadi lafadh الم dipahami sebagai salah satu nama Allah SWT yang paling agung.

5. Qosam (lafaz sumpah) yang Allah gunakan untuk bersumpah yang merupakan salah satu nama-Nya.

6. Huruf potongan/singkatan dari beberapa isim dan fi’il sehingga setiap hurufnya memiliki makna tersendiri, adapun makna lafaz الم adalah أنا الله أعلم (Saya Allah yang paling tahu).

7. Huruf hija’iyah yang ditetapkan.

8. Huruf-huruf yang mengandung berbagai macam makna yang berbeda-beda yang di antaranya dimaknai ألف adalah  الله, huruf اللام adalah لطيف, dan huruf الميم adalah مجيد.

9. Hanya Allah yang mengetahui maksudnya.

10. Rahasia Allah yang ada dalam Al-Qur’an .

11. Huruf-huruf hija’iyah yang Allah beritahukan kepada orang-orang Arab ketika mereka menentang Al-Qur’an .

12. Lafaz yang digunakan agar orang-orang mendengarkan Al-Qur’an dengan penuh perhatian dan tidak mengingkarinya.

13. Huruf-huruf yang ada pada permulaan surat.

14. Huruf-huruf potongan atau singkatan yang tersembunyi dan tidak ditafsirkan.

15. Huruf-huruf yang merupakan singkatan dari beberapa isim yaitu ألف merupakan singkatan dari lafaz الله, huruf اللام merupakan singkatan dari lafaz جبريل dan huruf ميم merupakan singkatan dari lafaz محمد.

16. Dan beberapa arti lainnya.

Itulah beberapa pandangan para ulama tentang memahami lafaz الم pada surat Al Baqarah. Terlepas dari adanya perbedaan tentang bagaimana memahaminya, tapi  yang perlu kita pahami cara kerasnya usaha para ulama memahami dan mentadabburi Al-Qur’an.

Sehingga bisa menghasilkan sebuah kesimpulan seperti di atas, karena memang setiap huruf yang ada dalam Al-Qur’an akan melahirkan berbagai macam makna yang bisa saja berbeda antara satu orang dengan orang yang lainnya

Padahal ayat yang mereka baca sama, hal ini menunjukkan bahwa kebenaran itu bisa berbilang, bukan selalu satu.

Anda mau ikut pendapat yang mana terserah, karena Anda yang akan mempertanggung jawabkannya sendiri atas sikap dan pilihan ketika mengamalkan apa yang anda pahami dari sebuah teks Al-Qur’an, baik ketika di dunia ataupun di akhirat.

Allahu a’lam bis showab.

Fathur Rohman

(Dosen Universitas Hasyim Asy’ari)

Tags: Al-BaqarahAl-Qur'anNahwu
Previous Post

Mengarang Sastra Profetik ala Kuntowijoyo

Next Post

Rahasia Allah dalam Lafaz لا ريب di Al-Qur’an

Syarif Abdurrahman

Syarif Abdurrahman

Santri Pondok Pesantren Tebuireng.

Next Post
Rahasia Allah hadir juga dalam setiap lafaz Al-Qur'an (Ist)

Rahasia Allah dalam Lafaz لا ريب di Al-Qur’an

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Kemenhaj Resmi Rilis Desain Batik Baru untuk Penyelenggaraan Haji 2026
  • Berdakwah Ala Jek: Penuh Humor tapi Teguh Syariat
  • Hati-Hati Bahaya Maghrur, Tertipu Oleh Kebaikan Diri Sendiri
  • Manusia dalam Pancasila: Makhluk Monoplural yang Menyatu dalam Keberagaman
  • Menjadi Mandiri: Seni Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng