• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Sejarah di Balik Penamaan Marga Al-Athas

Oleh: Thowiroh

Zainuddin Sugendal by Zainuddin Sugendal
2023-04-08
in Galeri, Keislaman, Pendidikan, Tasawuf, Tokoh
0
Sejarah di Balik Penamaan Marga Al-Athas

Sejarah di Balik Penamaan Marga Al-Athas (Ist)

tebuireng.co- Sejarah tentang marga Al-Athas menarik untuk dipelajari karena diantara marga yang lain, keturunan Rasulullah yang memiliki marga Al-Athas cukup terkenal dan banyak ditemui di Indonesia.

Al-Athas merupakan sighat mubalaaghah dari kata Al-Athis yang bermakna banyak bersin. Dalam bahasa arab, bersin adalah “Athasa” sehingga orang yang bersin disebut “Al-Athas”

Hal tersebut berawal dari kakek moyang mereka dari marga Al-Athas yakni Al-Imam Agil Bin Salim yang konon pernah bersin saat masih berada di kandungan ibunya. Suatu hal yang tidak biasa bagi seorang bayi di kandungan.

Namun, bagi para keturunan Rasulullah yang akrab disapa habaib dengan marga Al-Athas, bersin di dalam kandungan sudah tidak lagi menjadi hal luar biasa dan bahkan seakan menjadi kebiasaan karena begitu sering nya terjadi diantara mereka.

Marga Al-Athas termasuk  dari keturunan Nabi Muhammad Saw dari jalur Sayyidina Ali ibn Abi Thalib dengan Sayyidah Fatimah Az Zahra binti Rasulullah. Tidak hanya di Indonesia, populernya marga Al-Athas di kalangan masyarakat salah satunya karena karya dari Al-Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Athas yakni Ratib Al-Athas.

Ratib Al-Athas merupakan sebuah kumpulan dzikir yang biasa dibaca oleh berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya oleh para habaib, ratib ini bahkan sering dibaca dan dijadikan amalan oleh masyarakat biasa pada umumnya.

Diantara keutamaan atau fadilah dari mengamalkan ratib Al-Athas ini adalah sebagaimana yang dijelaskan oleh pengarangnya (Habib Umar bin Abdurrahman Al-Athas) yakni membaca ratib tersebut bisa menjadi wasilah digugurkannya dosa-dosa, dilancarkan segala hajat dan rezekinya, serta diberikan rasa aman dari petaka.

Habib Umar Bin Abdurrahman Al-Atthas dikenal dengan kealiman dan ketawaduannya yang luar biasa. Diceritakan bahwa suatu ketika, beliau berjalan bersama para santrinya. Tiba-tiba ada seseorang yang membuang sampah sembarangan dari jendela sebuah rumah sehingga mengenainya. Dengan ketawaduannya, beliau tidak marah dan bahkan bersujud syukur. Melihat kejadian tersebut, muridnya bertanya mengapa beliau lakukan itu, beliaupun menjawab: ”seorang pendosa seperti diriku yang selayaknya dilempari bara api, sudah seharusnya bersyukur jika hanya dilempari kotoran sampah”.

Sungguh akhlak yang begitu mulia yang bisa dijadikan teladan. Wallahua’lambissowab.

Baca juga: Habib Ali Al-Habsyi, Pemegang Bendera Cinta Rasulullah

Tags: marga al-Athassejarah nama al-athas
Previous Post

Kucing Naik ke Pundak Imam Saat Salat Jadi Sorotan Warganet

Next Post

Tim Safari Tebuireng Bimbing Ibadah Masyarakat Wonosalam

Zainuddin Sugendal

Zainuddin Sugendal

Next Post
Tim safari Tebuireng bimbing ibadah

Tim Safari Tebuireng Bimbing Ibadah Masyarakat Wonosalam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Prokrastinasi dalam Kehidupan Mahasiswa Semester Akhir
  • Gus Iqdam: Cara Sederhana Menghadapi Kesulitan Hidup
  • Bulan Rajab dalam Pandangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
  • Passiliran, Tradisi Unik Pemakaman Bayi di Toraja
  • Tradisi Turun Temurun Toleransi Lintas Agama Warga Dusun Thekelan Semarang

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng