Menyikapi keadaan sosial politik yang semakin genting, Pesantren Tebuireng Jombang gelar istighosah yang diikuti ribuan santri, pengurus pondok, serta guru pengajian. Istighosah tersebut dilaksanakan setelah shalat jamaah maghrib yang bertempat di masjid Pesantren Tebuireng. Sabtu, (30/08/2025).
Menurut Kiai Mustaqim Askan, istighosah tersebut merupakan intruksi langsung dari KH Abdul Hakim Mahfudz, pengasuh Pesantren Tebuireng sekaligus Ketua Umum Pengurus Wilayah Nahdhatul Ulama (PWNU) Jawa Timur dalam menyikapi fenomena sosial politik yang semakin pelik.
“Mengingat keadaan Indonesia tidak baik-baik saja, mari kita berdo’a bersama,” ucapnya di hadapan ribuan santri Pondok Putra Pesantren Tebuireng.
Kiai Mustaqim juga menyampaikan harapannya supaya keadaan semakin membaik serta semua masyarakat menemukan jalannya masing-masing untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik. “Semoga Indonesia aman sejahtera, rakyatnya dapat jalan terbaik semuanya,” ungkapnya.
Dalam satu komando yang sama, ratusan santri putri beserta pembina dan pengurus Pondok Putri Pesantren Tebuireng juga turut melaksanakan Istighosah bersama dalam rangka mendoakan keselamatan bangsa dan negara.
Berdasarkan pantauan redaksi tebuireng.co, Pesantren Tebuireng turut melaksanakan Shalat Ghaib untuk Affan Kurniawan, driver ojek onlineyang tewas di tengah-tengah demonstrasi berlangsung.
Sebagaimana diketahui, dalam tiga hari terakhir terjadi gelombang demonstrasi besar yang terjadi di banyak tempat. Demonstrasi kemudian menjadi konflik yang semakin membesar setelah tewasnya Affan Kurniawan, driver ojek online karena dilindas mobil Barakuda pada Kamis malam, (28/08/2025)
Peristiwa tersebut semakin memperkeruh keadaan. Yang semula masyarakat memprotes Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) karena dinilai tidak menjalankan tugas dengan baik, tapi banyak menyerap anggaran negara itu akhirnya membelok kepada instansi Polri, terutama Brimob.
Aksi merusak gedung pemerintah, fasilitas umum, hingga penjarahan terjadi di mana-mana. Di Makassar, gedung DPRD hangus dibakar massa yang juga menyebabkan meninggalnya tiga orang yang terjebak di dalam gedung tersebut pada saat kebakaran berlangsung. Markas Komando (Mako) Brimob juga tidak luput dari serangan massa aksi.
Selain gedung pemerintah dan fasilitas umum, kerusuhan juga terjadi di rumah salah satu anggota DPR RI, Ahmad Sahroni. Mengutip NU online, rumah Sahroni yang terletak di Jakarta Utara itu rusak parah dan barang-barangnya diambil oleh massa aksi. Hingga tulisan ini dibuat, gelombang demonstrasi disertai pengrusakan masih berlangsung di banyak daerah.
Banyak pengamat menilai, gelombang besar ini akibat kekecewaan masyarakat khususnya kepada DPR yang tidak merepresentasikan keberpihakannya kepada masyarakat banyak. Ferry Irwandi, influencer politik sekaligus pendiri Malaka Project berkali-kali menuntut tanggung jawab kepada DPR karena telah memancing kemarahan publik. Terutama Ahmad Sahroni yang sempat melontarkan kalimat kasar menyikapi rakyat yang hendak melaksanakan demonstrasi.
Penulis: Ahmad Fikri
Editor: Thowiroh
Baca juga: Baca Qunut Nazilah, Kepedulian Tebuireng Terhadap Palestina

