• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Refleksi Malam Kemerdekaan RI di Pesantren Tebuireng

tebuireng.co by tebuireng.co
2024-08-16
in Nasional, News, Tebuireng
0
Refleksi Malam Kemerdekaan RI di Pesantren Tebuireng

Dokumentasi acara Refleksi Malam Kemerdekaan RI di Pesantren Tebuireng. (Ist)

Bertempat di Serambi Masjid Lantai 1 Pondok Putra Pesantren Tebuireng, dilaksanakan acara Refleksi Malam Kemerdekaan ke-79 Republik Indonesia (RI) dengan tema “Menyelami Sejarah, Mewujudkan Asa Bangsa”, Jumat, (16/8/2024).

Acara ini diselenggarakan dalam rangka memperingati 79 tahun Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan sekaligus bertepatan dengan peringatan hari lahirnya Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz.

Acara yang dihadiri oleh para santri, pengurus, pembina, serta tamu undangan ini menghadirkan Dr KH A Musta’in Syafi’i sebagai pembicara utama. Dalam pidatonya, ia memberikan sejumlah pesan yang mendalam dan sarat makna.

Dalam kesempatan tersebut, KH Musta’in mengingatkan para santri dan hadirin tentang pentingnya memiliki prinsip hidup yang kuat dan tidak tergoda oleh popularitas atau keinginan untuk viral. Ia menekankan bahwa seorang pemimpin atau tokoh penting harus fokus pada pengembangan ilmu dan karakter sebelum mengekspos diri di hadapan publik, seperti halnya Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari yang menjadi teladan karena kecerdasannya, bukan karena keinginan untuk terkenal.

KH Musta’in juga mengungkapkan kecintaan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari terhadap surah al-Kahfi. Menurutnya, surah ini istimewa karena menceritakan tentang tokoh-tokoh pemuda yang tangguh; seperti konglomerat dermawan, ulama yang bijak seperti Nabi Khidir, dan pejabat yang adil seperti Raja Zulqarnain. Ia menekankan bahwa santri Tebuireng harus memilih salah satu dari peran ini, yaitu menjadi alim yang bermanfaat, konglomerat yang dermawan, atau pejabat yang mensejahterakan rakyat.

Selain itu, KH Musta’in juga mendorong para santri untuk menghafal surah al-Kahfi sebagai bentuk penghormatan dan cara mendekatkan diri dengan Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari. Ia menyebutkan bahwa sering membaca surah ini di maqbaroh Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari dapat menjadi “password” untuk tersambung dengannya. Bahkan, ia menegaskan bahwa santri Tebuireng yang tidak hafal surah al-Kahfi, maka dianggap tidak pantas.

Lebih jauh, KH Musta’in mengingatkan santri untuk tidak memakai mahabbah, yang dalam konteks ini merujuk pada rasa cemas atau takut tidak diterima oleh orang lain. Ia menekankan pentingnya menjadi diri sendiri dan membentuk karakter yang kuat dan hebat. Orang yang baik adalah orang yang berprinsip, bukan yang suka berkelahi atau bertindak keras.

Selai itu, KH Musta’in mengingatkan bahwa ketika Soekarno didesak untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, Soekarno sebenarnya sedang menunggu fatwa dari Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya prinsip dalam setiap tindakan.

Dalam konteks sejarah, KH Musta’in juga mengingatkan tentang peran penting tokoh-tokoh, seperti Habib Farij, yang mewakafkan rumahnya di Jakarta untuk kegiatan yang mendukung kemerdekaan Indonesia, dan Habib Muthohar dari Semarang yang menciptakan lagu “Syukur”. Ia menekankan bahwa santri Tebuireng harus tetap fokus belajar dan tidak terjebak dalam perpecahan di kalangan ulama. Santri harus fokus pada apa yang baik dan tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang tidak bermanfaat.

KH Musta’in juga mengungkapkan bagaimana Hadratussyaikh KH M Hasyim Asy’ari berkontribusi dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia, termasuk usaha lahiriah seperti meminta dilatih menembak oleh putranya, KH M Yusuf Hasyim.

Dalam pesan penutupnya, ia mengingatkan bahwa banyak pejuang kemerdekaan Indonesia adalah santri yang rela mengorbankan jiwa dan raga demi tanah air. Dalam acara Refleksi Malam Kemerdekaan ke-79 RI ini, KH Musta’in berharap agar para santri dapat meneladani semangat dan perjuangan para kiai dalam melanjutkan perjuangan demi kemajuan bangsa.

Pewarta: Erik Lis Setiawan

Editor: Ikhsan Nur Ramadhan

Baca Juga: Menjaga Kemerdekaan Indonesia

Tags: HUT RI
Previous Post

Amalan Lancar Public Speaking dari KH Chalwani Purworejo

Next Post

Perbedaan Psikolog dan Psikiater dalam Isu Kesehatan Mental

tebuireng.co

tebuireng.co

tebuireng.co adalah Media Tebuireng Initiatives yang bertujuan untuk meneruskan cita-cita besar Gus Sholah dan para masyayikh tebuireng

Next Post
Perbedaan Psikolog dan Psikiater dalam Isu Kesehatan Mental (Ist)

Perbedaan Psikolog dan Psikiater dalam Isu Kesehatan Mental

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Prokrastinasi dalam Kehidupan Mahasiswa Semester Akhir
  • Gus Iqdam: Cara Sederhana Menghadapi Kesulitan Hidup
  • Bulan Rajab dalam Pandangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
  • Passiliran, Tradisi Unik Pemakaman Bayi di Toraja
  • Tradisi Turun Temurun Toleransi Lintas Agama Warga Dusun Thekelan Semarang

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng