• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Profil Fahruddin Faiz, Pengasuh Ngaji Filsafat

tebuireng.co by tebuireng.co
2024-07-27
in Tokoh
0
Profil Fahruddin Faiz, Pengasuh Ngaji Filsafat (Ist)

Profil Fahruddin Faiz, Pengasuh Ngaji Filsafat(Ist)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Fahruddin Faiz, nama yang sudah tidak asing lagi di dunia filsafat, literasi sekaligus akademik Indonesia. Ceramah ngaji filsafatnya sudah tersebar, dari Masjid Jenderal Sudirman, Yogyakarta hingga ke seluruh Indonesia melalui sosial media.

Dr. Fahruddin Faiz, S.Ag., M.Ag., mengawali pendidikan filsafatnya di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta dengan mengambil jurusan Aqidah dan Filsafat pada tahun 1998. Lalu, melanjutkan ke gelar magisternya di kampus yang sama dengan jurusan Agama dan Filsafat pada tahun 2001. Pada 2014, pak faiz, begitu panggilan akrabnya, meraih gelar doktor masih di kampus yang sama dengan jurusan studi islam.

Selanjutnya, pak faiz memulai karir akademik di almamaternya sebagai dosen sekaligus menjadi wakil dekan Fakultas Ushuludin dan Filsafat. Bersamaan dengan itu, pak faiz juga mengampu ‘kuliah di luar kampus’ yaitu ngaji filsafat.

Ngaji filsafat merupakan sebuah kajian yang diampu oleh pak fahruddin faiz. Jika sebuah kajian identik dengan pembahasan agama, Ngaji filsafat berisi tentang tokoh dan pemikiran filsafat. Kajian ini mendapat cukup banyak peminat terutama di kalangan mahasiswa.

Berdasarkan keterangan yang ada di kolom deskripsi channel resmi ngaji filsafat, Istilah “Ngaji Filsafat” bermula dari selentingan sesukanya, tidak lebih. Bila dicari-cari alasan antropologisnya, kira-kira istilah “Ngaji Filsafat” hanya diasaskan pada kebiasaan masyarakat jawa dalam memakai istilah “Ngaji”. Sebab, bila dipakai istilah “Kuliah Filsafat” kesannya malah semakin memperberat beban.

Namun sebagai pengasuh, pak faiz mempunyai alasan hermeneutis di balik maksud pemilihan kata ‘Ngaji’. Diambil dari kata dasar ‘Aji’ yang artinya (ke)mulia(an), maka ngaji berarti upaya untuk menjadi mulia atau mencari kemuliaan. Sehingga, secara sederhananya ngaji filsafat berarti upaya mencari kemuliaan dan menjadi mulia dengan filsafat.

Ngaji filsafat pertama kali diselenggarakan pada Minggu, 21 april 2013 lalu berlangsung secara rutin setiap hari Rabu (malam kamis) pukul 20.00 sampai 22.00 WIB, di Masjid Jenderal Sudirman, Sleman, Yogyakarta. Hingga kini, ngaji filsafat juga bisa diikuti secara daring melalui YouTube Channel resmi masjid Jenderal Sudirman dan ngaji filsafat.

Adanya pak fahruddin faiz dan ngaji filsafat merupakan angin segar bagi umat islam. Ia berhasil mengubah stigma mengenai filsafat yang selalu dianggap berat di masyarakat menjadi lebih ringan dan menyenangkan.

Penulis: Rindi Andriansah

Editor: Thowiroh

Baca juga:Ngaji Filsafat Fitrah Manusia ke Fakhrudin Faiz

Tags: Fahruddin FaizNgaji Filsafat
Previous Post

Bolehkah Jenazah Muslim Dikremasi?

Next Post

15 Falsafah Hidup Fahruddin Faiz

tebuireng.co

tebuireng.co

tebuireng.co adalah Media Tebuireng Initiatives yang bertujuan untuk meneruskan cita-cita besar Gus Sholah dan para masyayikh tebuireng

Next Post
15 Falsafah Hidup Fahruddin Faiz (Ist)

15 Falsafah Hidup Fahruddin Faiz

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Kemenhaj Resmi Rilis Desain Batik Baru untuk Penyelenggaraan Haji 2026
  • Berdakwah Ala Jek: Penuh Humor tapi Teguh Syariat
  • Hati-Hati Bahaya Maghrur, Tertipu Oleh Kebaikan Diri Sendiri
  • Manusia dalam Pancasila: Makhluk Monoplural yang Menyatu dalam Keberagaman
  • Menjadi Mandiri: Seni Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng