Prof Quraish Shihab menjelaskan bahwa nama memiliki arti yang sangat penting sehingga diharuskan bagi kita untuk lebih selektif dalam memberikan nama utamanya kepada anak.
Secara umum, Prof Quraish Shihab menjelaskan bahwa nama merupakan sebuah tanda. Yakni tanda untuk seseorang agar mudah dikenali. Selain itu, nama juga merupakan sebuah doa di mana setiap nama yang dipilih mengandung harapan agar dengan nama tersebut sang pemilik nama akan tumbuh dan bersifat baik seperti namanya.
“Pandai-pandailah memberikan nama, sebab nama adalah doa. Maka jangan memberikan nama yang bisa memberikan kesan buruk bagi seseorang,” ungkapnya seperti dikutip dalam kanal Youtube @NajwaShihab. Senin, (11/12/23).
Meski demikian, Prof Quraish Shihab juga menjelaskan bahwa tidak semua nama yang baik pantas untuk dipakai oleh manusia. Ada nama-nama baik tertentu yang dilarang untuk disandangkan kepada manusia. Ia mencontohkan seperti halnya nama “Allah” dan “Rahman”.
Menurutnya, dua nama tersebut dilarang untuk disandangkan pada manusia karena, selain sebagai salah satu bentuk etika dalam konteks menyucikan Tuhan, dua nama tersebut juga hanya terkhusus untuk Allah sebagai penanda yang menunjukkan Tuhan.
Kecuali penggunaan nama “Rahman” yang diawali dengan Abdu menjadi Abdurrahman yang berarti hamba dari yang maha pengasih. Maka menurutnya, hal ini diperkenankan dengan syarat nama panggilannya bukan “Rahman”.
“Sebenarnya keliru ketika ada seseorang yang bernama Abdurrahman lalu dipanggil Rahman, karena Rahman itu khusus Tuhan,” jelasnya.
Prof Quraish Shihab juga memaparkan bahwa pada dasarnya terdapat beberapa tujuan dalam memberikan nama. Yakni diantaranya bertujuan untuk mengabadikan. Seperti dalam memberikan nama pada bangunan atau jalan raya dengan memakai nama tokoh tertentu. Hal tersebut bertujuan untuk mengabadikan jasa dari tokoh tersebut.
Ia juga mengaitkan tujuan nama sebagai keabadian dengan mengutip lafadz bismillah yang dianjurkan untuk dibaca ketika hendak melakukan kebaikan. Menurutnya, hal tersebut bertujuan agar kebaikan yang dilakukan bisa abadi.
“Setiap kita melakukan kebaikan hendaklah dimulai dengan menyebut asma Allah yang Maha Abadi yakni agar kebaikan yang kita lakukan juga bisa abadi. Paling tidak, kalau tidak terkenang di dunia, abadi nanti kita temukan ganjarannya di akhirat,” tuturnya.
Prof Quraish Shihab berpesan agar setiap orang tua yang hendak memberikan nama kepada anaknya untuk terlebih dahulu memahami betul terhadap makna dari nama yang ingin diberikan. Sebab nama adalah doa yang sangat berpotensi mempengaruhi akhlak dan perilaku seseorang anak nantinya.
“Dalam memberi nama, pahamilah artinya karena nama akan menjadi doa. Berilah nama yang mudah diingat dan diucapkan sebab hal tersebut bisa membuat anak menjadi lebih percaya diri,” pungkasnya.
Baca juga: Pentingnya Nama yang Baik Menurut Habib Ahmad Mujtaba

