• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Passiliran, Tradisi Unik Pemakaman Bayi di Toraja

Thowiroh by Thowiroh
2025-12-26
in Galeri
0
Passiliran, Tradisi Unik Pemakaman Bayi di Toraja. (Ist)

Passiliran, Tradisi Unik Pemakaman Bayi di Toraja. (Ist)

Passiliran merupakan tradisi pemakaman bayi masyarakat Toraja. Tradisi ini menjadi menarik karena bayi yang meninggal tidal dimakamkan dengan cara dikubur seperti pada umumnya, akan tetapi diletakan di dalam batang pohon bernama pohon Tarra.

Pohon Tarra dipilih karena memiliki getah berwarna putih, yang mana bagi masyarakat Toraja, bayi yang meninggal dan belum tumbuh gigi akan mendapatkan asupan asi dari getah tersebut.

Penempatan makam bayi dalam lubang batang pohon Tarra juga menandakan status sosial keluarganya. Semakin tinggi status sosialnya, maka penempatan makam juga akan tinggi. Teknik pemakaman bayi dalam lubang tersebut dilakukan dengan meletakan bayi dalam posisi berdiri menghadap ke rumah orang tuanya kemudian akan ditutup dengan ijuk pohon enau.

Masyarakat Toraja percaya, bahwa bayi yang belum tumbuh gigi  dianggap masih suci dan ketika meninggal akan dikembalikan ke alam dengan cara ditempatkan ke dalam lubang batang pohon berdiameter kira-kira 80-100 cm. 

Tidak hanya dalam proses pemakaman bayi, masyarakat Toraja juga memiliki tradisi tersendiri dalam mengubur setiap orang yang meninggal. Seperti dengan melakukan ritual upacara yang sering disebut Rambu Solo yang dipercaya sebagai ritual pengantaran arwah orang yang meninggal ke alam ruh. Ritual upacara ini dikenal bisa menghabiskan biaya besar.

Hal tersebut karena, dalam upacara Rambu Solo biasanya dilakukan penyembelihan hewan kerbau dan babi sebagai simbol penghormatan dan status sosial. Tradisi ini mendorong peningkatan ekonomi sosial utamanya dalam bidang peternakan.

Bagi masyarakat Toraja, kematian seseorang dianggap sebagai kesempatan terakhir untuk berbuat sesuatu sehingga mereka kerap memaksimalkan kematian seseorang dengan meberikan yang terbaik. Hidup orang Toraja menjadi berarti jika kematian dan proses pemakamannya baik.

Oleh karena itu sejak zaman megalitikum, Masyarakat Toraja dikenal memiliki tradisi unik dalam pemakaman, diantaranya seperti Passiliran dan Rambu Solo. Bagi mereka, pemakaman menjadi satu hal penting dan harus dilakukan dengan banyak ritual.

Previous Post

Tradisi Turun Temurun Toleransi Lintas Agama Warga Dusun Thekelan Semarang

Next Post

Bulan Rajab dalam Pandangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani

Thowiroh

Thowiroh

Menulis untuk keabadian. Alumni Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Next Post
Bulan Rajab dalam Pandangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. (Ist)

Bulan Rajab dalam Pandangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Prokrastinasi dalam Kehidupan Mahasiswa Semester Akhir
  • Gus Iqdam: Cara Sederhana Menghadapi Kesulitan Hidup
  • Bulan Rajab dalam Pandangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
  • Passiliran, Tradisi Unik Pemakaman Bayi di Toraja
  • Tradisi Turun Temurun Toleransi Lintas Agama Warga Dusun Thekelan Semarang

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng