Passiliran merupakan tradisi pemakaman bayi masyarakat Toraja. Tradisi ini menjadi menarik karena bayi yang meninggal tidal dimakamkan dengan cara dikubur seperti pada umumnya, akan tetapi diletakan di dalam batang pohon bernama pohon Tarra.
Pohon Tarra dipilih karena memiliki getah berwarna putih, yang mana bagi masyarakat Toraja, bayi yang meninggal dan belum tumbuh gigi akan mendapatkan asupan asi dari getah tersebut.
Penempatan makam bayi dalam lubang batang pohon Tarra juga menandakan status sosial keluarganya. Semakin tinggi status sosialnya, maka penempatan makam juga akan tinggi. Teknik pemakaman bayi dalam lubang tersebut dilakukan dengan meletakan bayi dalam posisi berdiri menghadap ke rumah orang tuanya kemudian akan ditutup dengan ijuk pohon enau.
Masyarakat Toraja percaya, bahwa bayi yang belum tumbuh gigi dianggap masih suci dan ketika meninggal akan dikembalikan ke alam dengan cara ditempatkan ke dalam lubang batang pohon berdiameter kira-kira 80-100 cm.
Tidak hanya dalam proses pemakaman bayi, masyarakat Toraja juga memiliki tradisi tersendiri dalam mengubur setiap orang yang meninggal. Seperti dengan melakukan ritual upacara yang sering disebut Rambu Solo yang dipercaya sebagai ritual pengantaran arwah orang yang meninggal ke alam ruh. Ritual upacara ini dikenal bisa menghabiskan biaya besar.
Hal tersebut karena, dalam upacara Rambu Solo biasanya dilakukan penyembelihan hewan kerbau dan babi sebagai simbol penghormatan dan status sosial. Tradisi ini mendorong peningkatan ekonomi sosial utamanya dalam bidang peternakan.
Bagi masyarakat Toraja, kematian seseorang dianggap sebagai kesempatan terakhir untuk berbuat sesuatu sehingga mereka kerap memaksimalkan kematian seseorang dengan meberikan yang terbaik. Hidup orang Toraja menjadi berarti jika kematian dan proses pemakamannya baik.
Oleh karena itu sejak zaman megalitikum, Masyarakat Toraja dikenal memiliki tradisi unik dalam pemakaman, diantaranya seperti Passiliran dan Rambu Solo. Bagi mereka, pemakaman menjadi satu hal penting dan harus dilakukan dengan banyak ritual.

