tebuireng.co – NU Jombang berduka, Rais Syuriah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Jombang KH Abdul Nashir Fattah wafat. Kabar duka tersebut disampaikan oleh putranya KH Rif’an Nashir. Innalillahi wa inna ilaihi rojiuan,
KH Abdul Nashir Fattah atau yang biasa kita panggil dengan nama Kiai Nashir, merupakan putra keenam dari delapan bersaudara pasangan KH Abdul Fattah Hasyim dan Ibu Nyai Musyarrofah.
KH Nashir ahir pada tanggal 24 Juli 1956, masa kecilnya dihabiskan dengan sekolah dan mengaji di Bumi Bahrul Ulum dalam didikan kedua orang tuanya yang menurut pengakuannya sendiri merupakan tipikal orang tua yang “sayang tapi keras, keras tapi sayang juga tegas”.
Ia memiliki 7 saudara dan saudari yaitu: Hj Nafisah Sahal, Churiyah (alm), Mutmainnah Sulthon (alm), KH Agus Chubbi Syauqi (alm), Hj Lilik Muhibah Masduqi, KH Abdul Nashir Fattah, KH A Taufiqurrohman (alm), Nyai Hj Syafiyyah Fattah.
“Sampun wangsul ngersanipun Allah swt, ayahanda KH Abd Nashir Abdul Fattah,” jelasnya, Ahad (28/8/2022).
KH Abdul Nashir Fattah adalah pengasuh Pondok Pesantren Bahrul Ulum induk dan juga kepala Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun Bahrul Ulum Tambakberas Jombang. Sejak beberapa waktu terakhir, KH Abdul Nashir Fattah dirawat di Surabaya karena sakit.
Warga NU Jombang berduka, karena selama memimpin Nahdlatul Ulama Jombang, Kiai Nashir berhasil mendirikan sebuah rumah sakit Nahdlatul Ulama dan kantor PCNU Jombang yang megah. Selain itu, di era kepemimpinannya, BMT Jombang juga berkembang pesat.
Kiai Abdul Nashir rencananya akan dimakamkan di selatan Madrasah Muallimin Muallimat 6 Tahun (kampus putri). Di sana juga ada makam ayahnya KH Fattah Hasyim dan Nyai Musyrofah.
Pada tahun 1985, Kiai Nashir menikah dengan salah seorang santri lulusan Kajen, Pati bernama Ummu Salamah Husein. Untuk menghidupi keluarga, setelah melangsungkan pernikahan pada tahun 1985, diboyonglah Salamah muda ke Tambakberas untuk membangun rumah tangga di sana.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari rumah tangga, Nashir muda blusukan berdagang kain di pasar. Hal ini ia lakukan selama kurang lebih 15 tahun. Dari pernikahannya dengan Bu Nyai Salamah Husein, Kiai Nashir dianugerahi 4 putra dan 2 putri yaitu:
- M Abdullah Rif’an, Lc.
- Lum’atul Choirot
- M. Abdullah Nadjib (alm.)
- M. Abdul Fattah Nashir
- Arina Nur Fatimah
- M Ismail Nashir
“Wafat pukul 6. 20 WIB Di RS Dr Sutomo Surabaya,” tandas Rif’an Nashir.

