• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Mengungkap Makna “The Guardian of Nusantara” Karya Alffy Rev

Oleh: Alyssa Qothrunnada

tebuireng.co by tebuireng.co
2024-08-22
in Seni & Budaya
0
Mengungkap Makna “The Guardian of Nusantara” Karya Alffy Rev

Mengungkap Makna “The Guardian of Nusantara” Karya Alffy Rev (Foto: Youtube Alffy Rev)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

“The Guardian of Nusantara” adalah judul sebuah karya musik karya Alffy Rev yang memadukan unsur-unsur tradisional Indonesia dengan musik modern, mencerminkan kekayaan budaya dan identitas Nusantara. Dalam video musiknya, Alffy Rev menampilkan berbagai elemen budaya dari seluruh penjuru Indonesia, seperti tarian tradisional, alat musik daerah, dan simbol-simbol kebudayaan, yang semuanya digabungkan dengan aransemen musik elektronik yang dinamis.

Secara visual, video ini juga menghadirkan nuansa epik dan heroik, menggambarkan Nusantara sebagai suatu entitas yang kuat dan terlindungi, dengan para penjaga yang berdedikasi untuk mempertahankan warisan budaya dan nilai-nilai yang ada.

Dalam video ini, terdapat elemen-elemen yang mengacu pada mitologi dan sejarah kuno Indonesia, seperti tokoh-tokoh yang digambarkan sebagai penjaga atau pahlawan Nusantara. Ini bisa mengacu pada konsep-konsep tradisional tentang kesatria atau pahlawan yang melindungi tanah air, sebagaimana tercermin dalam cerita-cerita sejarah dan legenda Indonesia.

Citra burung Garuda yang digambarkan dalam musik audio “The Guardian of Nusantara” menceritakan tentang kegagahan yang mengabadi dan penjagaan yang kokoh. Pada masa kemerdekaan Indonesia, lambang burung Garuda disepakati menjadi lambang Negara Republik Indonesia. Gambar lambang negara yang dirancang oleh Sultan Hamid II ini dijelaskan di dalam buku Muhammad Yamin 6000 Tahun Sang Merah Putih.

Di halaman 168 pada buku tersebut, burung Garuda digambarkan memegang sebuah perisai yang terbagi atas lima bidang, yang keseluruhannya melukiskan ajaran Pancasila yang menjadi dasar filosofi kenegaraan sejak proklamasi: Peri Ketuhanan Yang Maha Esa, Peri Kebangsaan, Peri Kerakyatan, Peri Kemanusiaan dan Peri Keadilan.

Semboyan yang banyaknya 17 aksara itu Bhinneka Tunggal Ika berasal dari pujangga Tantular yang mengarang kitab Sutasoma pada zaman emas sekeliling patih Gadjah Mada dan negara Hayam Wuruk pada pertengahan abad XIV.

Garuda adalah makhluk mitologi yang agung, sering dikaitkan dengan kekuatan, keberanian, dan perlindungan. Dalam konteks cerita ini, Garuda melambangkan kekuatan dan identitas Nusantara, serta peran penting dalam menjaga keseimbangan dan keamanan tanah air dari ancaman. Penghormatan terhadap Garuda merupakan simbol penghargaan terhadap sejarah, budaya, dan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh leluhur.

Tanggung jawab generasi mudalah untuk menghormati dan melestarikan warisan budaya yang telah ada. Ini adalah panggilan untuk melindungi nilai-nilai yang ada, serta menjaga agar mereka tetap relevan dan hidup dalam setiap generasi.

Tentu setiap usaha merawat dan menjaga warisan akan menghadapi berbagai rintangan dan ancaman yang dalam video klip “The Guardian of Nusantara” diwakili oleh citra hewan ular atau kekuatan-kekuatan lain yang ingin menghancurkan atau menguasai Nusantara. Pertarungan ini bisa dilihat sebagai simbol perjuangan abadi untuk mempertahankan identitas, kedaulatan, dan keutuhan budaya di tengah tantangan globalisasi, perubahan sosial, atau ancaman eksternal lainnya.

Secara Islam, cerita dalam “The Guardian of Nusantara” menyampaikan beberapa konsep penting yang berkaitan dengan ajaran tentang amanah, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap warisan.

Dalam Islam, amanah adalah salah satu konsep penting yang menekankan tanggung jawab yang diberikan oleh Allah kepada setiap individu. Seperti dalam Al-Qur’an,


وَاِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلٰۤىِٕكَةِ اِنِّيْ جَاعِلٌ فِى الْاَرْضِ خَلِيْفَةً ۗ قَالُوْٓا اَتَجْعَلُ فِيْهَا مَنْ يُّفْسِدُ فِيْهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاۤءَۚ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۗ قَالَ اِنِّيْٓ اَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apakah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” Dia berfirman, “Sungguh, Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.”

Manusia diberi tanggung jawab sebagai khalifah (pemimpin) di bumi untuk menjaga dan merawatnya, begitu juga kita sebagai masyarakat Indonesia mendapat tanggung jawab untuk menjaga nilai-nilai dan tradisi yang telah diwariskan.

Penulis: Alyssa Qothrunnada

Editor: Zainuddin Sugendal

Baca juga: Dinamika Perang Dunia 2 dan Dampaknya Terhadap Indonesia

Tags: Alffy RevThe Guardian of Nusantara
Previous Post

Apa Itu Megathrust Earthquake?

Next Post

Ramai Peringatan Darurat di Sosial Media, Ada apa?

tebuireng.co

tebuireng.co

tebuireng.co adalah Media Tebuireng Initiatives yang bertujuan untuk meneruskan cita-cita besar Gus Sholah dan para masyayikh tebuireng

Next Post
Ramai Peringatan Darurat di Sosial Media, Ada apa

Ramai Peringatan Darurat di Sosial Media, Ada apa?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Kemenhaj Resmi Rilis Desain Batik Baru untuk Penyelenggaraan Haji 2026
  • Berdakwah Ala Jek: Penuh Humor tapi Teguh Syariat
  • Hati-Hati Bahaya Maghrur, Tertipu Oleh Kebaikan Diri Sendiri
  • Manusia dalam Pancasila: Makhluk Monoplural yang Menyatu dalam Keberagaman
  • Menjadi Mandiri: Seni Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng