Organisasi atau kelompok kerja sama antara orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama. Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup banyak memiliki organisasi kemasyarakatan, mulai dari organisasi keagamaan, organisasi mahasiswa, hingga organisasi sosial.
Hal terkait dengan organisasi juga telah diatur melalui UU Nomor 17 tahun 2013. Aspek sumber daya manusia menjadi bagian terpenting dari organisasi, dengan tujuan yang tidak lain adalah membangun kesejahteraan masyarakat atau kelompok tertentu dan berbadan hukum.
Banyak organisasi di Indonesia yang cukup sukses dengan visi misi mereka, mulai dengan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah yang bertujuan untuk pengembangan ajaran islam, Palang Merah Indonesia dengan tujuan misi kemanusiaan dan kesehatan, lalu ada organisasi Greenpeace Indonesia dengan tujuannya melindungi ekologi yang berkelanjutan, dan organisasi mahasiswa yang lainnya.
Lalu adakah manfaat dari mengikuti organisasi?
Pertama, jejaring sosial dengan mengikuti organisasi bisa menambah dan memperluas relasi, tak hanya itu kondisi lingkungan yang baik dalam organisasi mampu membuat anggotanya bisa melakukan pengembangan sumber daya manusia. Apalagi jika lingkungan tersebut memberikan wadah untuk pengembangan.
Organisasi juga bisa menjadi bahan portofolio, branding individu, dan berbagai soft skill seperti bernegosiasi, mengelola proyek, atau menuju simulasi dunia profesional. Apalagi di era hari ini menjadi keharusan mengikuti organisasi lantaran pentingnya kolaborasi. Hal ini juga menjadi cerminan nilai-nilai yang telah ada di dalam pancasila yaitu gotong royong.
Namun sayangnya beberapa masyarakat sedikit trust issu mengenai organisasi yang ada di Indonesia seperti kasus organisasi masyarakat yang seringkali dianggap hanya bisa meminta. Salah satunya dua perusahaan besar PT Build Your Dream asal China dan PT Vinfast Automobile di indonesia terganggu oleh organisasi masyarakat lokal yang meminta uang.
Oknum ormas ini juga cukup meresahkan, akibat dari ulah tersebut mengurangi Investor asing. Padahal dengan adanya perusahaan besar seharusnya bisa membuka lapangan pekerjaan mengurungkan niatnya karena negara tidak memiliki keamanan bagi investor. Tak heran juga stigma organisasi ini sering dianggap pengangguran, padahal organisasi ini harusnya menjadi wadah yang baik justru menjadi kegiatan yang non produktif.
Lalu apakah masih relevan mengikuti organisasi?
Sebenarnya organisasi ini memberikan manfaat yang banyak jika peluangnya bisa dimanfaatkan seperti dibidang pengembangan diri namun beberapa individu juga lebih memilih bekerja dibandingkan berorganisasi dengan alasan prioritasnya untuk pemenuhan kebutuhan dan beberapa organisasi dianggap tidak memberikan manfaat secara langsung.
Pada akhirnya kembali kepada setiap preferensi pribadi bahwa berorganisasi ataupun bekerja juga memberikan manfaat yang sama jika digunakan dengan sebaik-baiknya.
Penulis: Maulida Fadhilah Firdaus
Editor: Thowiroh
Baca juga: Seni Hidup Santai ala Nishida Masaki

