Dibuka Madrasah Menerjemah

Program Madrasah Menerjemah dari Tebuireng Initiatives

sekolah menerjemah

dibuka sekolah menerjemah oleh tebuireng initiatives

tebuireng.co – Menerjemah adalah salah satu cara menyampaikan informasi dan pengetahuan. Oleh sebab itu, sudah menjdi keniscayaan bahwa informasi dan ilmu pengetahuan akan semakin mudah untuk diakses di era industri 4.0 seiring perkembangan teknologi.

Sebagaimana hal ini telah ditekankan pada acara refleksi 120 tahun Pesantren Tebuireng pada 23-24 Agustus 2019. Salah satu tokoh Tebuireng yang terkenal ahli menerjemah adalah Kiai Abdul Karim Hasyim.

Dalam hal ini, Para sivitas pesantren memiliki kapasitas untuk menyampaikan pengetahuan keagamaan yang lebih kompatibel. Dengan berbasis kitab kuning yang berbahasa Arab sebagai rujukan Islam yang ramah ala Indonesia, para sivitas pesantren mampu menerjemahkannya ke dalam ranah aplikatif, komprehensif, dan masyarakat luas bisa menerimanya. Dengan adanya kemajuan tekhnologi sekaranga ini, maka Peluang teknologi 4.0/5.0 yang ada dapat menjadi speaker dan pengeras suara agar ajaran Islam ala pesantren lebih meluas jangkauannya.

Perkembangan teknologi menjadi peluang emas bagi para sivitas pesantren, karena pemahaman kitab kuning yang sementara dinikmati oleh para penghuni pesantren, hari ini mendapatkan keterbukaan pintu yang sangat lebar untuk diterjamahkan ke dalam bahasa Indonesia, tujuannya tidak lain adalah agar halayak luas juga bisa menikmati melalui fasilitas teknologi.

Bukan hanya itu saja, bahkan peluang penerjemahan juga menjadi lebih luas. Tidak hanya kitab kuning pesantren, teknologi juga menyediakan piranti video dan audio. Dakwah para tokoh agama yang berlandaskan rahmatan lil alamin dengan menggunakan bahasa Arab melalui vidoe dan audio pun bisa diberikan subtitle (terjemahan) yang juga sangat dibutuhkan oleh masyarakat awam akan bahasa Arab-Islam.Dengan demikian, soft-skill sivitas pesantren akan menemukan muara agar tidak mandeg, stagnan, dan bersifat tertutup dengan dinikmati secara personal.

Memang benar bahwa terjemahan tidak bisa menggambarkan isi teks asli dengan sempurna, melainkan hanya pendekatan pemahaman. Akan tetapi dengan adanya Madrasah Menerjemah ini, setidaknya menjadi penting guna sedikit memberi peran dalam perbaikan kualitas penerjemah, sehingga terjemahannya bisa lebih dekat kepada teks asli.

Manfaat bagi Peserta

  1. Meningkatkan keterampilan memahami dan menerjemah kitab kuning
  2. Mengasah kemampuan menulis.
  3. Kesempatan berkarya
  4. Mendapat sertifikat penerjemah dari Tebuireng Initatives.

Kriteria Peserta

  1. Mahasiswa Universitas Hasyim Asy’ari (S1 & S2)
  2. Mahasiswa Ma’had Aly Hasyim Asy’ari Tebuireng
  3. Santri Muallimin, Aliyah, dan SMA Tebuireng

Persyaratan

  1. Menyetorkan terjemahan tiga paragraf (200 kata).
  2. Berkomitmen menyelesaikan rangkaian program hingga selesai.
  3. Melampirkan karya yang pernah terpublikasi (bila ada).

Cara Pendaftaran

  1. Mengisi formulir yang sudah tersedi di kantor Penerbit Pesantren Tebuireng atau file PDF ini
  2. Kemudian lampirkan pada Form Google.

Pemateri Madrasah Menerjemah Tebuireng Initiatives

Perwakilan Dosen Mahad Aly

  1. KH. Nur Hannan Lc, M. Hi
  2. Dr. KH. Farid Zaini
  3. Ustad Zainur Ridlo, M. pdI
  4. Ustad Najib Junaidi, Lc
  5. H. Ahmad Roziqi, Lc, M. Hi
  6. Dr. Anang Firdaus

Perwakilan Dosen Universitas Hasyim Asy’ari

  1. Dr. Fathurrahman, M. PdI
  2. Dr. Muat, M.Pd
  3. Dr. Syamsul Falah
  4. Dr. Lailatu Qomariyah
  5. Isniyatun Niswah, M. Hum

Perwakilan Non-Akademik

  1. M. Minanulloh (Mantan Local staff KBRI Baghdad)
  2. Yayan Musthofa (Redaktur Pustaka Tebuireng)

Rencana Waktu Pelaksanaan

  1. Pendaftaran Peserta Madrasah Menerjemah 15-22 Februari 2021
  2. Pembukaan Madrasah Menerjemah 24 Februari 2021
  3. Materi kelas dimulai 26 Februari 2021

Teknis Pembukaan Madrasah Menerjemah

Rencana Materi

Nb:

Exit mobile version