Putri kedua Presiden ke-4 Republik Indonesia, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur),yakni Zanuba Ariffah Chafsoh atau lebih di kenal dengan Ning Yenny Wahid mengungkapkan terkait nilai keikhlasan menjadi fondasi utama keteladanan Gus Dur yang hingga kini masih relevan bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Hal tersebut sebagaimana disampaikan pada puncak acara Haul ke-16 Gus Dur dan Masyayikh Pesantren Tebuireng yang di gelar di Pondok Pesantren Tebuireng, Rabu ( 17/12/2025).
Pada penuturan Ning Yenny dari hasil analisanya, salah satu yang menjadi keistimewaan Gus Dur adalah sikap ke ikhlasan, dan selalu membela orang orang yang terzolimi. Hal inilah yang menjadikan Gus memiliki kesan istimewa tersendiri di hati masyarakat Indonesia, tentunya dengan tidak melihat dari kekuasaan Gus Dur sebagai pahlawan nasional ataupun sebagai mantan presiden republik Indonesia.
” Kami putri putri beliau sudah biasa dulu minta uang untuk sekolah, uangnya tidak ada karena sudah di berikan ke orang lain, yang membutuhkan jadi harus nunggu satu minggu lagi, baru ketika Gus Dur setelah ceramah mendapatkan honor dan baru kami dapat uang untuk membayar sekolah ” ungkapnya.
Dalam hal ini neng Yeni juga menjelaskan bahwa sikap keikhlasan Gus Dur ini menjadi salah satu intangible asset yang menjadi rujukan organisasi Nahdlatul ulama ( NU ). Dalam perkembangannya, NU memiliki aset yang kuat yaitu keihklasan, baik keikhlasan ulamanya, jamaahnya atau yang lainnya, hal itu menjadi salah satu teladan dari Gus Dur yang telah di tetapkan pada nadhlatul ulama saat ini.
Lebih lanjut,Ning Yenny menegaskan bahwa keteladanan Gus Dur tidak berhenti pada masa kepemimpinannya sebagai presiden, tetapi terus hidup melalui nilai-nilai yang ia tanamkan kejujuran, kesederhanaan, dan keikhlasan dalam mengabdi. Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk diteladani oleh para pemimpin maupun masyarakat luas.
Hal tersebut dapat di tauladani dalam organisasi NU dan masyarakat Indonesia, karena setiap keikhlasan yang telah diberikan akan menjadi aset tidak berwujud yang kuat untuk persatuan bangsa. Melihat saat ini banyak sekali terjadi polemik dimasyarakat sehingga sikap ikhlas yang di contohkan oleh Gus Dur dapat menjadi pondasi utama untuk menghadapi suatu masalah yang terjadi.
Neng Yenny menambah bahwa harapan dari generasi yang akan datang dan juga masyarakat dapat meneladani sikap ikhlas Gus Dur dalam kehidupan sehari-hari agar keutuhan, kebersamaan dan kekeluargaan tetap terwujud untuk kekuatan yang lebih besar
Sebagai Pahlawan Nasional, Gus Dur dikenang bukan hanya melalui catatan sejarah,tetapi juga tauladannya serta sikapnya yang dapat di contoh oleh berbagai kalangan melalui nilai-nilai kemanusiaan yang terus hidup dan menginspirasi bangsa.
Penulis: Laily Fitria Ramadhani
Editor: Thowiroh
Baca juga: Islam dan Seni di Mata Gusdur

