• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Gus Yahya: Tiga Cara Hadapi Tantangan Masa Depan

Thowiroh by Thowiroh
2024-10-01
in News
0
Gus Yahya memberikan pembekalan kepada wisudawan/wisudawati sarjana dan pascasarjana Unas. Foto: YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama.

Gus Yahya memberikan pembekalan kepada wisudawan/wisudawati sarjana dan pascasarjana Unas. Foto: YouTube TVNU Televisi Nahdlatul Ulama.

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) jelaskan cara yang bisa dilakukan para generasi dalam menghadapi tantangan di masa depan. Hal ini sebagaimana disampaikan dalam acara Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Universitas Nasional (Unas) Periode II Tahun Akademik 2023-2024 yang dilaksanakan di Gedung Jakarta Convention Center (JCC), Ahad (29/09/24).

Menurutnya, setidaknya terdapat tiga cara dalam menghadapi tantangan masa depan yang nantinya akan semakin kompleks. Pertama adalah ketekunan. seperti diketahui bahwa diantara problematika generasi bangsa kedepan adalah cepat merasa bosan sehingga kurang konsisten dalam menjalani sebuah pekerjaan, ataupun menyelesaikan sebuah tujuan.

Hal ini juga sebagaimana yang pernah diceritakan oleh Prof Dr. H. Nadirsyah Hosen bahwa pentingnya mengatur konsisten dan strategi agar berhasil mencapai sebuah tujuan. Menurutnya, hidup bukan tentang soal kecepatan tapi soal konsisten menjalani arah tujuan. Pada dasarnya manusia tidaklah berkompetisi dengan orang lain. Namun mereka berkompetisi dengan dirinya sendiri, antara hari kemarin hari ini dan esok hari.

Cara kedua adalah mengasah kecerdikan akal sehingga bisa lebih peka terhadap berbagai rintangan di masa depan. Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) tersebut menjelaskan bahwa akal yang cerdik mampu melihat rintangan dari jauh sehingga bisa lebih dahulu mempersiapkan solusinya.

Ketiga adalah inovasi. Menurutnya, inovasi merupakan salah satu cara untuk menavigasi salah satu dinamika hidup kedepan yang berbagai tantangan didalamnya yang juga tidak dapat disangkal. Di era digital, inovasi bisa menjadi kemampuan untuk menciptakan solusi baru dalam menghadapi tantangan dengan memanfaatkan teknologi digital untuk memecahkan masalah atau memenuhi kebutuhan yang ada.

Dalam acara tersebut, Gus Yahya memberikan apresiasi kepada para wisudawan/wisudawati atas ketekunannya dalam menempuh dan menyelesaikan pendidikan sarjana maupun pascasarjana. Meski demikian ia menegaskan bahwa pencapaian tersebut bukanlah titik akhir melainkan sebuah paragraf baru untuk menuju pencapaian selanjutnya.

Sebagimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an surah Al-Insyirah

فَإِذَا فَرَغْتَ فَانْصَبْ

Artinya: “Maka apabila kamu telah selesai (dari sesuatu urusan), kerjakanlah dengan sungguh-sungguh (urusan) yang lain”.(Q.S Al-Insyirah :7)

Baca juga: Waketum PBNU Jelaskan Pentingnya Syair sebagai Media Dakwah

Previous Post

Rasio Kewirausahaan dan Geliat Ekonomi Gig

Next Post

Mengikuti Pendapat Imam Mazhab atau Hadis Sahih?

Thowiroh

Thowiroh

Menulis untuk keabadian. Alumni Ma'had Aly Hasyim Asy'ari Pesantren Tebuireng.

Next Post
Mengikuti Pendapat Mazhab atau Hadis Sahih. (Ist)

Mengikuti Pendapat Imam Mazhab atau Hadis Sahih?

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Kemenhaj Resmi Rilis Desain Batik Baru untuk Penyelenggaraan Haji 2026
  • Berdakwah Ala Jek: Penuh Humor tapi Teguh Syariat
  • Hati-Hati Bahaya Maghrur, Tertipu Oleh Kebaikan Diri Sendiri
  • Manusia dalam Pancasila: Makhluk Monoplural yang Menyatu dalam Keberagaman
  • Menjadi Mandiri: Seni Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng