Pengasuh Pesantren Tebuireng, KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin), menegaskan pentingnya mempelajari dan memahami hadis sebagai landasan dalam merespons berbagai isu kontemporer, khususnya di era digital. Hal tersebut disampaikan dalam acara Muktamar Turats Nabawi (MUTUN) yang digelar di Gedung Yusuf Hasyim Pesantren Tebuireng, Sabtu (13/12/2025).
Menurut Gus Kikin, penguasaan hadis memiliki peran strategis dalam memperkuat argumentasi keagamaan. Ia mengutip pernyataan pendiri Pesantren Tebuireng, Hadratussyaikh KH M. Hasyim Asy’ari, yang menyatakan bahwa siapa saja yang menguasai hadis akan memiliki argumentasi yang kuat.
“Penguatan pemahaman hadis sangat dibutuhkan di tengah masyarakat, karena dengannya kita mampu membentengi berbagai kerusakan, termasuk kerusakan alam yang berakar dari degradasi moral,” ungkapnya.
Gus Kikin menambahkan bahwa ilmu-ilmu hadis yang telah dirumuskan dan dipraktikkan oleh Hadratussyaikh tidak hanya relevan dalam konteks keilmuan, tetapi juga efektif dalam menjawab problem sosial. Pada masa penjajahan, misalnya, Hadratussyaikh tidak menempuh perlawanan fisik secara langsung, melainkan melakukan pendekatan sosial melalui penguatan pendidikan, ekonomi, dan persatuan umat.
Dengan bekal pemahaman agama yang mendalam, Hadratussyaikh mampu menghimpun berbagai kelompok dengan latar belakang pemikiran yang berbeda, sehingga terbangun persatuan yang kokoh. Hingga kini, majelis-majelis taklim yang beliau dirikan masih tetap eksis dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Gus Kikin berharap agenda MUTUN tersebut menjadi momentum awal bagi persatuan umat Islam dunia, dengan menjadikan Al-Qur’an dan hadis sebagai pijakan utama dalam melangkah. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Ma’had Aly Tebuireng atas terselenggaranya muktamar internasional tersebut, yang menurutnya mencerminkan kegembiraan dan semangat keilmuan khas Tebuireng.
Baca juga: Pesan Gus Kikin untuk Santri Tebuireng di Tengah Framing Negatif Pesantren

