• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Fenomena Parasocial Relationship Menumbuhkan Laju Ekonomi

Oleh: Maulida Fadhilah

tebuireng.co by tebuireng.co
2024-03-14
in Bisnis dan Ekonomi, Gaya Hidup
0
Fenomena Parasocial Relationship Menumbuhkan Laju Ekonomi

Fenomena Parasocial Relationship Menumbuhkan Laju Ekonomi (Ethan Miller/Getty Images/AFP)

Parasocial relationship atau jenis hubungan yang terjadi antara individu dengan tokoh media atau karakter fiksi, di mana individu tersebut mengalami adanya keterlibatan emosional yang kuat terhadap tokoh atau karakter tersebut tanpa adanya komunikasi secara langsung. Hal ini kerap kali terjadi di media sosial, buku komik, televisi dan lainnya.

Hubungan parasosial ini merasakan koneksi yang mendalam dengan tokoh tersebut, hubungan ini umumnya terjadi satu arah, namun individu tersebut memungkinkan merasa terinspirasi, terhibur, terhubung secara emosional. Bahkan hubungan ini bisa terjadi meskipun tokoh tersebut tidak ada secara fisik dalam kehidupan nyata.

Menariknya hubungan parasosial ini bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi suatu negara melalui industri hiburan dan ekonomi kreatif. Hal ini dikarenakan banyaknya penggemar yang rela mengeluarkan uangnya untuk bertemu tokoh atau sekedar membeli merchandise yang dikeluarkan idolanya mulai dari yang official hingga buatan fans. 

Tak jarang hubungan ini juga bisa jadi strategi pemasaran dan periklanan, terutama beberapa penggemar mereka cenderung menggunakan produk atau layanan tertentu terkait tokoh tersebut misalnya Calvin Klein resmi menggaet Jungkook BTS sebagai brand ambassador global perusahaan, meskipun Calvin Klein cukup habiskan jutaan dollar untuk menjadikan Jungkook sebagai Brand Ambassador hal ini membuat produk Calvin Klein sold out, tak hanya sebatas itu bahkan dikabarkan bahwa saham Calvin Klein naik drastis.

Selain parasocial relationship ini cukup untuk industri iklan, hal ini dari aktivitas tokoh tersebut juga bisa menjadikan pertumbuhan ekonomi disekitarnya misalnya saja konser Taylor Swift, di mana negara Singapura mau membayar eksklusif enam hari di negaranya dengan angka sekitar 281,16 M, apalagi konser ini hanya dilaksanakan hanya di negara Singapura, tentunya akan membuat beberapa negara berebut Taylor Swift.

Adanya hal ini penggemar tidak sekedar menghabiskan uangnya untuk mengikuti konser, tetapi industri lain juga meningkatkan keuntungan usahanya, seperti beberapa penggemar harus menghabiskan uang di hotel, restourant, pakaian untuk konser, transportasi, dan penjual yang menjual di sekitar konser apalagi konser yang diadakan selama enam hari. Hal ini muncul istilah swiftonomic untuk melukiskan efek dampak ekonomi yang luas dari sang idola yaitu Taylor Swift.

Adanya fenomena ini juga menjadi salah satu alasan mengapa negara Korea mempertimbangkan dalam keputusan BTS untuk wajib militer bahkan beberapa petinggi pemerintahan Korea memberikan saran agar BTS tidak melakukan wajib militer, menurut majalah ekonomi Amerika, Fortune menuturkan Korea Selatan akan kehilangan peluang untuk mendapatkan miliaran dolar, karena seluruh anggota BTS mendaftarkan diri untuk wajib militer secara bersamaan. Menurut proyeksi Hyundai Rearch Institute, BTS telah menyumbangkan lebih 3,6 Miliar US dollar per tahunnya. Angka tersebut bahkan setara dengan kontribusi dari 26 perusahaan tingkat menengah.

Sebenarnya parasocial relationship ini juga tidak hanya menjadi faktor pertumbuhan ekonomi secara umum tapi mempengaruhi aspek banyak hal, budaya dan perilaku masyarakat dan tak terkecuali sisi negatif yang ditimbulkan dari parasocial relationship.

Penulis: Maulida Fadhilah

Editor: Zainuddin Sugendal

Baca juga: Frugal Living, Gaya Hidup Bikin Kaya?

Tags: karakter fiksiParasocial Relationship
Previous Post

Menyambut Lailatul Qadar sejak Awal Ramadan

Next Post

Hari Anti-Islamofobia, Ini Resolusi dari PBB untuk Dunia

tebuireng.co

tebuireng.co

tebuireng.co adalah Media Tebuireng Initiatives yang bertujuan untuk meneruskan cita-cita besar Gus Sholah dan para masyayikh tebuireng

Next Post
Hari Anti-Islamofobia, Ini Resolusi dari PBB untuk Dunia

Hari Anti-Islamofobia, Ini Resolusi dari PBB untuk Dunia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Prokrastinasi dalam Kehidupan Mahasiswa Semester Akhir
  • Gus Iqdam: Cara Sederhana Menghadapi Kesulitan Hidup
  • Bulan Rajab dalam Pandangan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani
  • Passiliran, Tradisi Unik Pemakaman Bayi di Toraja
  • Tradisi Turun Temurun Toleransi Lintas Agama Warga Dusun Thekelan Semarang

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng