• About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Toko >>
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Toko >>
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Toko >>
LSPT
Home Keislaman Hadits

Dua Syarat Seorang Pecinta Dihukumi Mati Syahid

Oleh: Thowiroh

Zainuddin Sugendal by Zainuddin Sugendal
2022-07-31
in Hadits, Keislaman, Kitab Kuning, Pendidikan, Pengajian
0 0
0
Dua Syarat Seorang Pecinta Dihukumi Mati Syahid

Dua Syarat Seorang Pecinta Dihukumi Mati Syahid (Ist)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp
LSPT

tebuireng.co- Pahala mati syahid adalah suatu kemuliaan yang bisa didapatkan oleh seorang muslim melalui banyak cara di antaranya sebagaimana dijelaskan dalam hadis nabi

وعن أبي هريرة رضي الله عنه، قال قال رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم الشُّهَدَاءُ خَمْسَةٌ المَطْعُوْنُ والمَبْطُوْنُ، والغَرِيْقُ، وصَاحِبَ الهَدْمِ، والشَهِيْدُ فِي سَبِيْلِ اللهِ متفق عليه

Artinya: “Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘Orang yang mendapat derajat syahid ada lima jenis, yaitu (1) orang meninggal karena wabah tha’un, (2) orang meninggal karena sakit perut, (3) orang tenggelam, (4) orang yang terkena reruntuhan, dan (5) orang gugur di jalan Allah,’” (HR Bukhari dan Muslim) 

Namun ulama fiqih tidak hanya mengerucutkan pahala mati syahid hanya dalam lima kriteria tersebut. Beberapa dari ulama fiqih menjelaskan bahwa seorang pecinta yang meninggal bisa dikategorikan sebagai mati syahid karena sejak dulu mereka sangat mengetahui bahwa cinta adalah hal berat dan menyakitkan.

Sebesar apapun luka yang ada pada jasad tidak lebih menyakitkan dari luka hati. Oleh karna itu, sangat wajar sekali apabila para ulama fiqih menetapkan suatu hukum yang mengatakan bahwa setiap orang yang meninggal karna cinta, maka ia mati dalam keadaan syahid dengan katagori “Syahid fil Akhiroh’ yang artinya mendapatkan pahala syahid di akhirat.

Dalam kitab Hasyiah al-Baijuri jilid 1, ulama fiqih menetapkan dua syarat seorang pecinta bisa dikategorikan mati syahid. Pertama adalah Al-Iffah (menjaga diri ) yaitu seorang pecinta selama ia mencintai, ia selalu menjaga dirinya dari perkara yang dilarang oleh Islam. Kedua adalah Al-Kitman ( menyimpan/merahasiakan) yaitu seorang pecinta selama ia mencintai, ia senantiasa merahasiakannya pada siapapun bahkan kepada orang yang dicintainya.

Karena apabila seseorang memberitahukan rasa cintanya kepada orang yang ia dicintai maka dirinya akan tenang dan lega, sebab setidaknya ia sudah mengungkapkan perasaannya. Berbeda apabila ia terus merahasiakannya, hal tersebut akan menjadi siksa yang begitu menyakitkan baginya, inilah hal yang kemudian membuatnya menjadi kategori mati syahid meski tanpa peperangan. Dengan catatan orang yang dicintai halal untuk dinikahi secara syariat.

Atas dua syarat tersebut para ulama fikih berdalil pada sebuah hadis yang berbunyi:

مَنْ عَشِقَ فَعَفَّ فَكَتَمَ فَمَاتَ مَاتَ شَهِيدًا

Artinya: Barang siapa yang jatuh cinta namun mengekang diri dan menyembunyikan rasa cinta dan rindunya kemudian mati maka tergolong sebagai mati syahid.

Dalam riwayat lain memakai redaksi berikut:

من عشق وكتم وعف وصبر غفر الله له وادخله الجنة

Artinya: Barang siapa yang jatuh cinta, kemudian ia merahasiakannya, menjaga dirinya dari kemaksiatan serta bersabar, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya dan menjadikannya ahli surga.

Terkait keshahihan hadis tersebut masih banyak ikhtilaf di kalangan ahli hadis. Sebagian ulama hadis seperti Imam An-Nasa’i mengatakan bahwa itu adalah hadis do’if (lemah), bahkan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah mengatakan kalau itu hadis maudu’ (palsu). Namun tidak sedikit pula ulama ahli hadis yang mengatakan bahwa hadis tentang cinta tersebut adalah hadis shahih yang bisa dijadikan pegangan. Salah satunya adalah Imam Al-Hafidz Mughultay Al-Hanafi dalam kitabnya “al-Mubīn fī Dhikr Man Istashhada min al-Muḥibbīn”. Termasuk juga ulama hadis yang mengatakan bahwa hadis tentang cinta tersebut adalah shahih yaitu Al-Imam Al-Hafidz Ahmad bin Siddiq al-Ghumari. Dalam kitabnya ia bahkan mengkritik mereka yang mengatakan bahwa hadis tersebut palsu.

Dalam kitabnya, Imam Al-Hafidz Mughultay Al-Hanafi menukil ijma’ (kesepakatan ulama) bahwa cinta bukanlah hal yang diingkari dalam agama dan bukan pula hal yang dilarang dalam syariat. Tentunya dengan etika-etika sebagaimana dijelaskan dalam hadis nabi.

Wallahua’lam bisshowab

Baca juga: Jihad Fii Sabilillah dengan Cara Sabar

Baca juga: Kucing dalam Kitab Karya Imam ad-Darimi

Tags: Mati SyahidPecinta Dihukumi Mati Syahid
Previous Post

Merdeka Belajar Kampus Merdeka Ala Unhasy

Next Post

Sejarah Penetapan Bulan Muharram sebagai Awal Tahun Hijriyah

Zainuddin Sugendal

Zainuddin Sugendal

Next Post
Sejarah Penetapan Bulan Muharram sebagai Awal Tahun Hijriyah

Sejarah Penetapan Bulan Muharram sebagai Awal Tahun Hijriyah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

  • Ribath Nouraniyah, Rumah Aswajanya Buya Arrazy Hasyim

    Ribath Nouraniyah, Rumah Aswajanya Buya Arrazy Hasyim

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kisah Perjalanan Rumah Tangga Buya Arrazy

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Istri Ketiga Pendiri ACT Terima Aliran Dana Umat?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Pendiri ACT, Dekat PKS dan Kritik Jokowi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ratibul Haddad dan Segala Khasiat Membacanya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Keluarga besar Tebuireng Initiatives mengucapkan, Dirgahayu ke-77 Republik Indonesia. Pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat.  #tebuirenginitiatives #tebuireng #pesantren #santri #santritebuireng #hutri #dirgahayuri
  • Selamat akhir pekan. Kami telah menyiapkan beberapa artikel pilihan dari tebuireng.co di pekan ini:
- Bahaya Paham Radikal di Platform Digital
- Pentingnya Khusyuk dan Kiat-kiatnya dalam Salat
- Pahlawan Digital Perspektif Al-Qur
  • Open casting film tentang kejujuran. Silakan daftarkan diri kalian, kirim melalui email yang tercnatum pada gambar di atas.  #tebuirenginitiatives #tebuireng #pesantren #santri #maksitebuireng #film #filmindonesia
  • "Dunia ini adalah buih yang dipenuhi barang rongsokan yang terapung-apung. Meski demikian, dari aliran ombak dan kesesuaian antara adukan laut dan gumulan ombak, buih itu membuahkan keindahan." -Jalaluddin Rumi  Baca artikel Tebuireng Initiatives lainnya di www.tebuireng.co atau klik link di bio.  #tebuirenginitiatives #tebuireng #pesantren #santri #quotes #mutiarahikmah #mutiararumi #quotesoftheday #rumi
  • Keluarga besar Tebuireng Initiatives mengucapkan, sugeng ambal warsa ke-78 KH A. Mustofa Bisri @s.kakung . Semoga selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan, kesuksesan dan hidup yang penuh barokah. Aamiin...  Baca artikel Tebuireng Initiatives lainnya di tebuireng.co atau klik link di bio.  #tebuirenginitiatives #tebuireng #pesantren #santri #harlah #gusmus #tokohnasional
  • "Urip nang dunyo ora perlu kepingin dadi opo-opo lan ora perlu khawatir ora dadi opo-opo," dawuh dari KH Chusaini Ilyas.  Baca artikel Tebuireng Initiatives lainnya di www.tebuireng.co atau klik link di bio.  #tebuirenginitiatives #tebuireng #pesantren #santri #quotes #dawuh #mutiarahikmah #nahdlatululama #nahdliyin #chusainiilyas
  • Niat puasa Asyura  نويت صوم عاشو راء سنة لله تعالى  Nawaitu shauma Âsyûrâ-a sunnatan lilâhi ta’âlâ.  “Saya niat puasa sunah Asyura karena Allah ta’âlâ.”  #tebuirenginitiatives #tebuireng #pesantren #santri #sunah #puasa #muharram
  • إِنَّا لِلَّٰهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ  Segenap keluarga besar Tebuireng Initiatives turut berdukacita atas wafatnya Ustazah Nurul
  • Niat puasa tasu
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Toko >>

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist