• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Contoh Meraup Uang dengan Menjual Agama

Zainuddin Sugendal by Zainuddin Sugendal
2022-07-05
in Kolom Pakar, News, Pendidikan, Pengajian
0
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

tebuireng.co- Contoh meraup uang dengan menjual agama. Akhir-akhir ini sedang ramai komunitas atau lembaga yang mengatasnamakan kepentingan agama dan umat. Padahal faktanya, apa yang dilakukan tidak semata-mata untuk agama dan umat tapi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.

Tokoh muda NU, Abdul Wahab Ahmad mengomentari maraknya penyalahgunaan agama tersebut dengan memberikan beberapa contoh berdasarkan situasi yang terjadi akhir-akhir ini.

Berikut contoh-contoh meraup uang dengan menjual agama menurut Abdul Wahab Ahmad.

1. Mengambil keuntungan pribadi dari kegiatan filantropi. Umat diminta sedekah ke lembaga filantropi dengan dalih untuk membantu umat di daerah lain yang membutuhkan, tetapi malah hasilnya disunat untuk memperkaya diri sendiri.

2. Mendorong masyarakat untuk bersedekah dengan iming-iming akan dibalas oleh Allah berkali-kali lipat, tapi sedekahnya ke dia sendiri atau harus melalui dia.

3. Berbisnis dengan cara “menjual” anak yatim atau masjid yang dikelolanya. Meminta sumbangan uang dengan dalih akan diberikan pada anak yatim atau masjid, tapi sebenarnya itu profesinya untuk mencari keuntungan pribadi sedangkan anak yatim atau masjidnya hanya mendapat sebagian.

4. Menarik uang dari jamaahnya dengan jumlah tertentu dengan dalih untuk ritual tertentu yang diklaim bertujuan agar jamaah yang membayar bisa naik ke level spiritual yang lebih tinggi semisal agar bisa terhubung dengan ruhnya, bisa makrifat, bisa jadi waliyullah dan semacamnya.

Selanjutnya Abdul Wahab Ahmad juga memberikan contoh yang tidak termasuk dari menjual agama

Seperti mengajar agama lalu mendapat gaji, mengisi kajian atau ceramah agama lalu diberi uang oleh yang mengundang, menulis buku bertema agama lalu mendapat royalti atau menjual buku lalu mendapat laba, diberi hadiah sebagai penghormatan terhadap tokoh agama dan gaji yang wajar dari pekerjaan di organisasi nirlaba.

Baca juga: Gaji Besar Petinggi ACT, Ini Fakta Lainnya

Baca juga: Menjaga dari Menjual Agama

Previous Post

Modus ACT Menilap Dana Umat

Next Post

Kasus Pencabulan di Jombang, Ini Sikap Tokoh NU

Zainuddin Sugendal

Zainuddin Sugendal

Next Post
Kasus Pencabulan di Jombang, Ini Sikap Tokoh NU

Kasus Pencabulan di Jombang, Ini Sikap Tokoh NU

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Kemenhaj Resmi Rilis Desain Batik Baru untuk Penyelenggaraan Haji 2026
  • Berdakwah Ala Jek: Penuh Humor tapi Teguh Syariat
  • Hati-Hati Bahaya Maghrur, Tertipu Oleh Kebaikan Diri Sendiri
  • Manusia dalam Pancasila: Makhluk Monoplural yang Menyatu dalam Keberagaman
  • Menjadi Mandiri: Seni Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng