Salah satu bulan Istimewa yang masuk dalam kategori bulan haram sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an yakni bulan Rajab. Para ulama telah banyak menjelaskan beberapa amalan yang bisa dilakukan untuk dapat memaksimalkan keutamaan bulan Rajab. Salah satunya yakni Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani.
Dalam kitabnya yang berjudul Al-Ghunyah Li Thalibi Thariqi Haq Azza Wajalla dijelaskan terkait keutamaan dan beberapa amalan yang bisa dilakukan di bulan Rajab.
Menurut Syaikh Abdul QadirAl- Jailani, kemuliaan bulan Rajab bisa diketahui melalui filosofi huruf pada nama bulan tersebut. Dalam Bahasa Arab, kata Rajab terdiri dari tiga huruf yakni Ra’ Jim dan Ba’.
Pertama, huruf Ra’ yang bermakna Rahmatullah. Hal ini dimaksudkan bahwa rahmat dan kasih sayang Allah banyak diturunkan di bulan Rajab melebihi dari bulan biasanya. Oleh karenanya, dianjurkan untuk banyak melakukan amal saleh di bulan Rajab sebagai upaya mendapat banyak karunia-Nya. Dalam hadis disebutkan
-عن محمد بن مسلمة قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم (ﺇﻥ ﻟﺮﺑﻜﻢ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﺩﻫﺮﻛﻢ ﻧﻔﺤﺎﺕ ﻓﺘﻌﺮﺿﻮا ﻟﻬﺎ ﻟﻌﻞ ﺃﻥ ﻳﺼﻴﺒﻜﻢ ﻧﻔﺤﺔ ﻣﻨﻬﺎ ﻓﻼ ﺗﺸﻘﻮﻥ ﺑﻌﺪﻫﺎ ﺃﺑﺪا
Artinya: “Sesungguhnya Tuhan kalian memiliki beberapa karunia dalam setiap tahunnya, maka carilah karunia itu, barangkali kalian mendapatkan satu karunia sehingga kalian tidak akan celaka selamanya.”
Kedua, huruf Jim yang bermakna Judullah (kedermawanan Allah) yakni bulan Rajab menjadi bulan mulia sebagai perantara terijabahnya do’a-do’a. Diantara do’a yang dipanjatkan Rasulullah bulan Rajab sebagai berikut
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya’ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadlan.”
Para ulama seperti Syaikh Ibnu Rajab menjelaskan bahwa anjuran memanjatkan do’a tersebut sebagai upaya memohon dipanjangkan umur hingga bulan Ramadan sehingga bisa melakukan banyak kebaikan dan memperoleh banyak keutamaan di bulan Sya’ban dan Ramadan.
Ketiga, huruf Ba’ yang bermakna Birrullah (kebaikan Allah) bahwa di bulan Rajab Allah melimpahkan kebaikannya salah satunya dengan melipatgandakan pahala dari amal saleh yang dilakukan di bulan tersebut. Rasulullah bersabda
أَيُّهَا النَّاسُ! إِنَّهُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرُ رَجَبَ، شَهْرُ الله تُضَاعَفُ فِيْهِ الْحَسَنَاتُ وَتُسْتَجَابُ فِيْهِ الدَّعَوَاتُ وَيُفَرَّجُ عَنْ الْكُرْبَاتِ، لَا يُرَدُّ فِيْهِ
Artinya, “Wahai manusia! Sungguh telah menaungi kepada kalian semua, bulan yang agung, yaitu bulan Rajab yang merupakan bulan Allah, setiap kebaikan akan dilipatgandakan di dalamnya dan doa-doa akan diterima, kegelisahan akan dihilangkan, doa-doa orang beriman tidak ditolak. Siapa saja yang melakukan kebaikan di dalamnya, maka akan dilipatgandakan menjadi berlipat-ganda, dan Allah bisa melipatgandakan (pahala) bagi siapa saja yang Dia kehendaki.” (HR Anas bin Malik).
Tiga keutamaan sebagaimana yang dijelaskan Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani melalui filosofi bulan Rajab tersebut menjadi pedoman agar setiap muslim dapat memaksimalkan bulan Rajab sebagai kesempatan untuk melakukan berbagai kebaikan dan memperoleh keutamaannya.
Baca juga: Larangan Merusak Kemuliaan Rajab dengan Menzalimi Diri Sendiri

