tebuireng.co- Contoh meraup uang dengan menjual agama. Akhir-akhir ini sedang ramai komunitas atau lembaga yang mengatasnamakan kepentingan agama dan umat. Padahal faktanya, apa yang dilakukan tidak semata-mata untuk agama dan umat tapi untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya.
Tokoh muda NU, Abdul Wahab Ahmad mengomentari maraknya penyalahgunaan agama tersebut dengan memberikan beberapa contoh berdasarkan situasi yang terjadi akhir-akhir ini.
Berikut contoh-contoh meraup uang dengan menjual agama menurut Abdul Wahab Ahmad.
1. Mengambil keuntungan pribadi dari kegiatan filantropi. Umat diminta sedekah ke lembaga filantropi dengan dalih untuk membantu umat di daerah lain yang membutuhkan, tetapi malah hasilnya disunat untuk memperkaya diri sendiri.
2. Mendorong masyarakat untuk bersedekah dengan iming-iming akan dibalas oleh Allah berkali-kali lipat, tapi sedekahnya ke dia sendiri atau harus melalui dia.
3. Berbisnis dengan cara “menjual” anak yatim atau masjid yang dikelolanya. Meminta sumbangan uang dengan dalih akan diberikan pada anak yatim atau masjid, tapi sebenarnya itu profesinya untuk mencari keuntungan pribadi sedangkan anak yatim atau masjidnya hanya mendapat sebagian.
4. Menarik uang dari jamaahnya dengan jumlah tertentu dengan dalih untuk ritual tertentu yang diklaim bertujuan agar jamaah yang membayar bisa naik ke level spiritual yang lebih tinggi semisal agar bisa terhubung dengan ruhnya, bisa makrifat, bisa jadi waliyullah dan semacamnya.
Selanjutnya Abdul Wahab Ahmad juga memberikan contoh yang tidak termasuk dari menjual agama
Seperti mengajar agama lalu mendapat gaji, mengisi kajian atau ceramah agama lalu diberi uang oleh yang mengundang, menulis buku bertema agama lalu mendapat royalti atau menjual buku lalu mendapat laba, diberi hadiah sebagai penghormatan terhadap tokoh agama dan gaji yang wajar dari pekerjaan di organisasi nirlaba.
Baca juga: Gaji Besar Petinggi ACT, Ini Fakta Lainnya
Baca juga: Menjaga dari Menjual Agama

