• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Makna Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab

Syarif Abdurrahman by Syarif Abdurrahman
2022-04-25
in Keislaman, Kolom Pakar, News, Tokoh
0
Makna Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab

Makna Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab (ist)

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

tebuireng.co – Pakar tafsir Al-Qur’an Prof Quraish Shihab menjelaskan makna lailatul qadar saat diwawancarai Najwa Sihab dalam acara Shihab Shihab.

“Laila berarti malam, sedangkan Qadar memiliki tiga arti yang berbeda dari segi bahasa. Ketiga arti ini sama-sama bisa menggambarkan lailatul qadar,” jelasnya seperti dikutip dari youtube Najwa Shihab, Ahad (24/4/22).

Menurutnya, bulan Ramadan merupakan bulan yang istimewa bagi kaum muslim. Selain amal ibadah yang catatan pahalanya dilipat gandakan dalam bulan ini, Al-Qur’an pertama kali diturunkan oleh Allah SWT.

Yang kemudian waktu tersebut kita kenal dengan lailatul qadar berdasarkan pada ayat pertama dari Al-Quran surah al-Qadar.

إِنَّآ أَنزَلۡنَٰهُ فِي لَيۡلَةِ ٱلۡقَدۡرِ 

“Qadar memiliki arti penentuan. Bahwa pada malam  tersebut, Allah SWT. menentukan banyak hal. Mulai dari ditetapkannya awal turunnya Al-Qur’an hingga segala hal,” katanya.

Quraish Shihab menambahkan, qadar juga berarti mulia. Bahwa malam tersebut adalah malam yang penuh dengan kemuliaan.

Mulianya lailatul qadar tidak lepas dari peristiwa agung yang telah disebutkan di atas, yakni pertama kalinya Al-Quran diturunkan ialah pada satu malam tersebut.

Makna lailatul qadar menurut Quraish Shihab selanjutnya terkait arti lain kata Qadar. Qadar juga bearti sempit. Malam mulia ini adalah malam yang sempit.

“Mengapa sempit? Karena terlalu banyak malaikat yang turun ke bumi” papar ulama yang akrab dipanggil Abi Quraish ini.

Selain itu, penulis kitab tafsir Al-Misbah tersebut juga menyebutkan dua tanda bagi orang yang menerima kesempatan berjumpa dengan malam lailatul qadar.

Baca Juga: Lailatul Qadar versi Imam Ghozali

Pertama, bertambahnya kebaikan. Kebaikan yang dimaksud adalah kebaikan yang menyeluruh.

Baik dari perkataan, sikap, hingga perbuatan. Quraish Shihab menyandarkan paparannya pada ayat yang menceritakan bahwa pada malam tersebut malaikat turun ke bumi.

Salah satu fungsi malaikat adalah meyakinkan jiwa manusia untuk melaksanakan amal kebaikan.

Kedua, berdasar pada ayat terakhir dari Al-Qur’an surah al-Qadar

سَلَٰمٌ هِيَ حَتَّىٰ مَطۡلَعِ ٱلۡفَجۡرِ 

“Pada malam itu, kedamaian dirasakan oleh orang yang beruntung menjumpai malam lailatul qadar hingga terbitnya fajar. Atau keesokan harinya,” imbuhnya.

Quraish Shihab juga mengatakan bahwa mayoritas ulama mengartikan  kedamaian yang dimaksud sifatnya berkelanjutan.

Selain itu, kalimat Mathla’il Fajri (terbitnya fajar) juga diartikan sebagai terbitnya kehidupan baru bagi manusia setelah mengalami kematian.

Dalam kitab Al-Shiyam, dikatakan bahwa malam lailatul qadar ada di antara sepuluh malam terakhir di bulan Ramadan. Ketetapan itu berdasar pada hadis Bukhari yang diriwayatkan oleh Aisyah.

Ada beberapa kesunahan yang bisa dilakukan umat Islam dalam mengisi sepuluh malam terakhir sembari menunggu lailatul Qadar. Seperti memperbanyak salat sunah, berdoa, membaca wirid dan hal lain yang bersifat ibadah.

Adapun wirid atau doa khusus yang dianjurkan nabi Saw. dan diriwayatkan oleh ‘Aisyah adalah:

اللهم إنك عفو كريم تحب العفو فاعف عني.

“Apa bila setelah mati manusia mendapatkan balasan surga, berarti ia mendapatkan kedamaian,” pungkasnya.

Ahmad Fikri/Abdurrahman

Tags: lailatul qadarMakna Lailatul Qadar Menurut Quraish Shihab
Previous Post

Enam Amalan Akhir Ramadan Ala Nabi

Next Post

Ruh Orang Saleh Tersambung dan Dekat dengan Malaikat

Syarif Abdurrahman

Syarif Abdurrahman

Santri Pondok Pesantren Tebuireng.

Next Post
Ruh Orang Saleh Tersambung dan Dekat dengan Malaikat

Ruh Orang Saleh Tersambung dan Dekat dengan Malaikat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Kemenhaj Resmi Rilis Desain Batik Baru untuk Penyelenggaraan Haji 2026
  • Berdakwah Ala Jek: Penuh Humor tapi Teguh Syariat
  • Hati-Hati Bahaya Maghrur, Tertipu Oleh Kebaikan Diri Sendiri
  • Manusia dalam Pancasila: Makhluk Monoplural yang Menyatu dalam Keberagaman
  • Menjadi Mandiri: Seni Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng