• Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik
Tebuireng Initiatives
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
No Result
View All Result
Tebuireng Initiatives
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Politik
Tebuireng Initiatives

Makna Dzarrah dalam al-Qur’an dan al-Hadits

Achmad Roziqi by Achmad Roziqi
2021-07-16
in Al-Qur'an, Hadits, Keislaman, Pengajian
3
makna dzarrah dalam al-Qur'an dan al-hadits

Apa makna Dzarrah?

Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

Kata dzarrah memiliki beragam makna dan arti, hal ini guna mendekati dan memahami makna kandungannya. Ada yang memaknai butiran debu, biji bayam, seekor semut, atom dan lain-lain.

Memberikan makna dzarrah dengan sekian banyak dari alih bahasa yang dipakai tidak lain adalah untuk memahaminya yang kesemuanya bermuara bahwa ia adalah satuan yang sangat kecil; enteng; remeh.

Sayyiduna Ibnu Abbas, sebagaimana yang terekam dalam Tafsir Al-Wasith di dalam menjelaskan kata dzarrah ini, beliau memasukkan tangan beliau ke dalam pasir lalu meniupkannya, seraya berkata:

كل من هؤلاء مثقال ذرة

Setiap butiran debu (yang terbang akibat tiupanku) adalah dzarroh.

Dari gambaran arti di atas, mari kita buka al-Qur’an surah Az-zalzalah ayat 8-9. Allah berfirman:

فمن يعمل مثقال ذرة خيرا يره # ومن يعمل مثقال ذرة شرا يره

“famay ya’mal mitsqola dzarratin khoiray yarahu, wa may ya’mal mitsqola dzarratin sarroy yarohu”

Amalan baik, seberat dzarroh pun, akan menuai balasannya, Amalan buruk, seberat dzarroh pun, akan menuai balasannya
Hasilnya adalah seruan untuk selalu berbuat baik walau dengan hal yang paling kita anggap remeh, sebaliknya perbuatan buruk; ma’shiyat sekecil apapun haruslah kita jauhi lantaran semua itu ada balasannya.

Dalam hadits, terdapat penjelasan bahwa Hadhrotur Rosul dalam mendorong kita untuk berbuat baik, misal semangat berbagi kepada sesama, adalah sangat sempurna. Beliau tiada segan bershodaqoh hanya dengan satu biji kurma. Tidak lebih. Bahkan sang penerima mencibir pemberian beliau ini dengan bahasa:

نبي من الأنبياء يتصدق بتمرة؟

Kurang lebih maknanya adalah: apakah seorang Nabi hanya bershodaqoh dengan sebiji kurma? Hadhrotur Rosul menjawab:

أما علمت أن فيها مثاقيل ذرة كثيرة

Tentulah engkau mengetahui bahwa sebiji kurma itu sudah mencapai sekian kali lipat lebih banyak dibanding berat dzarroh.

Baca juga: Bercanda dalam Tinjauan Hadits Antara Larangan dan Sunnah

Tentu, berbagi dengan memberikan sesuatu yang kita cintai adalah perbuatan yang sangat baik tapi jangan sampai karena memandang remeh kemampuan kita dalam berbagi menghalangi kita untuk memberi. Dan di saat pandemi seperti ini adalah salah satu kesempatan terbaik untuk berbagi. Bisa jadi yang kita anggap remeh adalah sesuatu yang berharga bagi orang lain.

Previous Post

KH Adlan Aly: Sarjana Fathul Qarib

Next Post

Kiai Ma’shum Ali Seblak, Guru Besar Ilmu Nahwu dan Shorof

Achmad Roziqi

Achmad Roziqi

Next Post
Kiai Ma'shum Seblak, Guru Besar Ilmu Nahwu dan Shorof

Kiai Ma'shum Ali Seblak, Guru Besar Ilmu Nahwu dan Shorof

Comments 3

  1. Jaa Syakhesh says:
    4 tahun ago

    Masha Allah

    Balas
  2. kampus terbaik says:
    3 tahun ago

    Thanks i get a lot information from this site

    Balas
  3. UZIN says:
    1 tahun ago

    WAW MAKASIH ILMU DAN INFORMASINYA S1 Teknologi Informasi

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No Result
View All Result

Pos-pos Terbaru

  • Kemenhaj Resmi Rilis Desain Batik Baru untuk Penyelenggaraan Haji 2026
  • Berdakwah Ala Jek: Penuh Humor tapi Teguh Syariat
  • Hati-Hati Bahaya Maghrur, Tertipu Oleh Kebaikan Diri Sendiri
  • Manusia dalam Pancasila: Makhluk Monoplural yang Menyatu dalam Keberagaman
  • Menjadi Mandiri: Seni Berdiri di Atas Kaki Sendiri

Komentar Terbaru

  • Yayat.hendrayana pada Surat Yasin dan Amalan Segala Hajat
  • Universitas Islam Sultan Agung pada Pentingnya Bahtsul Masail sebagai Ruh Pesantren
  • Thowiroh pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Dodi Sobari pada Dauroh Badlan Al-Masruriyy Cetak Santri Bisa Bahasa Arab 2 Bulan
  • Tri Setyowati pada Ijazah Wirid dari Kiai Abdul Wahab Hasbullah
  • About
  • Kontak
  • Privacy & Policy
  • Terms and Conditions
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Pedoman Media

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng

No Result
View All Result
  • Tebuireng
  • News
  • Keislaman
  • Pesantren
  • Kebangsaan
  • Galeri
  • Kolom Pakar
  • Politik

© 2021 Tebuireng Initiatives - Berkarya Untuk Bangsa by Tebuireng