tebuireng.co- BSI atau Bank Syariah Indonesia tengah mengalami gangguan di seluruh wilayah Indonesia. Gangguan perbankan tersebut ada pada mobile banking yang tidak dapat diakses termasuk untuk cek saldo.
Gangguan layanan BSI terjadi selama empat hari, layanan perbankan tidak bisa diakses nasabah sejak hari Senin (8/5/2023). Sebelumnya pihak BSI mengatakan bahwa tengah mengalami maintenance system. Namun Beberapa rumor yang beredar di media sosial bahwa BSI tidak hanya sedang maintenance system tetapi juga sedang diserang ranshomwhere para hecker.
Ranshomwhere sendiri jenis perangkat perusak dari hecker yang dirancang mendapatkan keuntungan melalui menghalangi akses kepada sistem komputer atau data hingga tebusan dibayar dengan cara melakukan enkripsi data sehingga pengguna komputer dan data tersebut bisa di kembalikan ketika telah membayar.
BSI sendiri merupakan gabungan dari tiga bank syariah terbesar yaitu PT. Bank Syariah Mandiri Tbk, Bank Negara Indonesia Tbk, dan Bank Syariah BRI Tbk dengan saham terbesarnya yang dimiliki oleh PT. Bank Syariah Mandiri Tbk. Seharusnya adanya gabungan dari bank besar BUMN memiliki sistem yang jauh lebih baik.
Sebenarnya dari pihak Bank Syariah Indonesia sendiri telah melakukan konfirmasi melalui media sosial resmi Instagram dan Twitter. Bahwa nasabah bisa melakukan transaksi melalui kantor cabang Bank Syariah Indonesia, selain itu pihak BSI juga mengatakan permohonan maafnya, dan komitmennya untuk menjaga dana dan data milik nasabah.
Sejumlah masyarakat Indonesia di media sosial mengeluh adanya gangguan perbankan Bank Syariah Indonesia yang berakibat gagalnya transaksi melalui BSI mobile banking.
Direktur BSI, Hery Gunaidi mengatakan bahwa pihaknya akan fokus untuk proses normalisasi layanan agar dapat digunakan dengan baik. Selain itu pihaknya juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk melakukan penelusuran hal tersebut.
Adanya kejadian tersebut sedikit banyak mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap BSI. Padahal dengan label Bank Syariah seharusnya menjadi acuan umat muslim terutama dalam melakukan transaksi secara ekonomi syariah. Bahkan sejumlah nasabah di media sosial ingin mengganti layanan perbankan yang lebih terpercaya.
Atas kejadian tersebut kedepannya Bank Syariah Indonesia selayaknya lebih mengamankan database nasabah terutama terkait layanan perbankan.
Baca juga: Kebebasan Finansial Generasi Sandwich
Follow Artikel Tebuireng Initiatives di Google News

